International Energy Agency Ingatkan Dunia Soal Stabilitas Pasokan Energi Global

Ilustrasi Google Gemini AI
Ilustrasi Google Gemini AI
0 Komentar

KONFLIK yang terus memanas di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi global. International Energy Agency (IEA) memperingatkan dunia sedang menghadapi salah satu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah pasar energi modern.

Dalam laporan pasar minyak bulanan yang dirilis Kamis (12/3/2026), IEA menyatakan konflik di kawasan Teluk telah memicu penurunan produksi minyak dalam skala besar. Negara-negara produsen minyak di kawasan tersebut dilaporkan memangkas produksi sedikitnya 10 juta barel per hari (bpd).

Volume tersebut setara dengan hampir 10% dari total permintaan minyak dunia, sehingga menimbulkan tekanan besar terhadap pasar energi global.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

IEA menilai gangguan pasokan berpotensi semakin memburuk apabila jalur distribusi minyak tidak segera kembali normal. Ketegangan militer yang terjadi di sejumlah titik strategis membuat aktivitas pengiriman energi berada dalam kondisi rentan.

Tanpa pemulihan cepat terhadap arus pengiriman minyak, risiko kehilangan pasokan global diperkirakan akan meningkat dalam waktu dekat.

Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar energi global terhadap dampak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang terjadi sejak akhir bulan lalu.

Sebagai respons terhadap situasi tersebut, negara-negara anggota IEA sepakat melakukan pelepasan cadangan minyak strategis secara besar-besaran guna menstabilkan pasar energi.

Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang mengambil langkah signifikan dengan rencana melepas 172 juta barel minyak dari cadangan darurat nasionalnya mulai pekan depan.

Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari aksi terkoordinasi negara-negara anggota IEA.

Secara keseluruhan, sekitar 400 juta barel minyak akan dilepas secara bersama oleh 32 negara anggota IEA. Cadangan minyak tersebut berasal dari berbagai fasilitas penyimpanan strategis yang dimiliki negara-negara anggota.

Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius

Menurut Wright, minyak dari Strategic Petroleum Reserve milik Amerika Serikat akan dikeluarkan secara bertahap selama sekitar 120 hari.

“Mereka (Iran) telah memanipulasi dan mengancam keamanan energi Amerika dan sekutunya,” kata Wright dalam sebuah pernyataan, dikutip Antara dari Kyodo, Kamis (12/3/2026).

“Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, masa-masa seperti itu akan segera berakhir,” lanjutnya.

0 Komentar