Indeks Utama Wall Street Terjun Bebas Usai Harga Minyak Dunia Bocor US$ 100 Per Barel

Ilustrasi Google Gemini AI
Ilustrasi Google Gemini AI
0 Komentar

INDEKS utama Wall Street kembali anjlok seusai harga minyak dunia melonjak hingga menembus US$ 100 per barel.

Dikutip dari AP, indeks S&P 500 pada Kamis (12/3/2026) turun hingga 1,5%, Dow Jones Industrial Average melemah 1,6%, sedangkan Nasdaq Composite turun 1,8%.

Pergerakan terbesar terjadi pada pasar energi. Harga minyak Brent yang menjadi acuan internasional naik 9,2% dan ditutup pada level US$ 100,46 per barel.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Lonjakan harga minyak juga berdampak pada saham perusahaan yang memiliki biaya bahan bakar besar. Saham operator kapal pesiar Carnival turun 7,9%, sementara maskapai United Airlines melemah 4,6%.

Kekhawatiran terhadap sektor kredit swasta juga menekan pasar. Investor mulai menarik dana dari sejumlah perusahaan pembiayaan yang memberikan pinjaman kepada bisnis yang labanya terancam, termasuk karena persaingan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Secara keseluruhan, indeks S&P 500 turun 103,18 poin menjadi 6.672,62. Dow Jones Industrial Average turun 739,42 poin ke level 46.677,85, sementara Nasdaq Composite merosot 404,16 poin menjadi 22.311,98.

Pasar saham di Eropa dan Asia juga ikut melemah. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1%, sedangkan CAC 40 Prancis melemah 0,7%.

Di pasar obligasi, imbal hasil treasury Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun naik menjadi 4,26% dari 4,21% sehari sebelumnya dan dari 3,97% sebelum perang antara Iran dengan Israel dan AS dimulai.

Kenaikan imbal hasil ini membuat biaya pinjaman semakin mahal, mulai dari kredit rumah hingga obligasi perusahaan. Kondisi tersebut juga menekan harga berbagai aset investasi, termasuk saham dan kripto.

0 Komentar