Centcom: KC-135 Jatuh di Wilayah Irak, Insiden Pesawat Pengisian Bahan Bakar Udara Kecelakaan Teknis

Foto ini disediakan oleh AS. Departemen Pertahanan menunjukkan pesawat tempur F-16 Komando Pertahanan Dirganta
Foto ini disediakan oleh AS. Departemen Pertahanan menunjukkan pesawat tempur F-16 Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara yang mengisi bahan bakar dari KC-135 Stratotanker. (DEPARTEMEN PERTAHANAN AS/AP)
0 Komentar

MILITER Amerika Serikat melaporkan sebuah pesawat pengisian bahan bakar udara jenis KC-135 jatuh di wilayah Irak barat pada Kamis (12/3/2026). Sementara itu, satu pesawat lain yang terlibat dalam misi yang sama berhasil mendarat dengan selamat.

Komando Pusat AS (Centcom) memastikan insiden ini murni merupakan kecelakaan teknis atau operasional, bukan akibat serangan pihak lawan.

“Salah satu pesawat jatuh di Irak barat, dan yang kedua mendarat dengan selamat. Ini bukan disebabkan oleh tembakan musuh atau tembakan dari pihak sendiri (friendly fire),” ungkap Centcom dalam pernyataan resminya terkait situasi pasukan Amerika di Timur Tengah.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Jatuhnya KC-135 ini tercatat sebagai kehilangan pesawat militer AS keempat sejak pecahnya perang di Timur Tengah awal tahun ini. Sebelumnya, tiga jet tempur F-15 dilaporkan jatuh di wilayah Kuwait akibat insiden salah tembak oleh pihak sendiri.

Pesawat KC-135 merupakan “pekerja keras” Angkatan Udara AS yang telah beroperasi selama lebih dari 60 tahun. Umumnya, pesawat ini diawaki oleh tiga personel yakni, pilot, kopilot, dan operator boom (petugas pengisian bahan bakar).

Meskipun demikian, lembar fakta Angkatan Udara menyebutkan bahwa untuk misi tertentu, pesawat ini bisa menyertakan seorang navigator dan mampu mengangkut hingga 37 penumpang.

Perang AS-Israel vs Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026 lalu telah diwarnai serangkaian insiden udara yang cukup intens. Pada awal konflik, pasukan Kuwait sempat secara keliru menembak jatuh tiga jet tempur F-15E Amerika. Beruntung, keenam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat.

Centcom menjelaskan bahwa rentetan insiden sebelumnya terjadi di tengah situasi pertempuran yang kacau. “Situasi tersebut mencakup serangan dari pesawat Iran, rudal balistik, serta serangan drone,” jelas perwakilan komando militer saat memberikan keterangan terkait dinamika konflik di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, investigasi lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya KC-135 di Irak barat dan bagaimana kondisi para awak yang bertugas dalam pesawat tersebut.

0 Komentar