KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah di Cilacap, Jawa Tengah. Pihak yang ditangkap dalam operasi senyap itu adalah Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
“Benar,” ujar Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).
Meski demikian, KPK belum merinci identitas kepala daerah yang terjaring OTT maupun perkara yang sedang ditangani. Lembaga antirasuah itu juga belum menjelaskan pihak-pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tersebut.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut
Penangkapan ini menjadi OTT kesembilan KPK sepanjang 2026 dan juga disebut sebagai operasi ketiga yang dilakukan selama bulan Ramadan tahun ini.
Sosok Syamsul Auliya Rachman yang Terjaring OTT KPK
Syamsul Auliya Rachman dikenal sebagai politikus muda yang memimpin Kabupaten Cilacap dalam periode pemerintahan 2025-2030.
Syamsul berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan menjabat sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Pria yang lahir pada 30 November 1985 ini aktif di ranah politik lokal sebelum akhirnya memenangkan kontestasi kepala daerah dan menjabat sebagai bupati.
Selama masa kepemimpinannya, ia mengusung berbagai agenda pembangunan daerah, termasuk peningkatan infrastruktur dan penguatan sektor ekonomi lokal di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah.
Selain sebagai bupati, Syamsul juga menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cilacap periode 2021-2026.
Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius
Pada Pilbup Cilacap 2024, Syamsul mencalonkan diri sebagai Bupati Cilacap bersama politikus Partai Golongan Karya, Ammy Amalia Fatma Surya.
Pasangan calon ini berhasil unggul dengan meraih 414.533 suara atau 43,81% dari total suara sah.
Riwayat pendidikan Syamsul dimulai di SDN Tritih Wetan 1 (1992-1998), kemudian melanjutkan SMP dan SMA di SMP Negeri 5 Cilacap (1998-2001) dan SMA Negeri 1 Cilacap (2001-2004).
Ia menempuh pendidikan tinggi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2004-2008).
Sebelum menjabat bupati, Syamsul bekerja sebagai Kasi Trantibum Kecamatan Kedungreja (2012-2013), kemudian menjadi Kasubag Otonomi Daerah dan Kerjasama pada Bagian Tata Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Cilacap (2013-2016).
