Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras OTK Usai Podcast di YLBHI

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus disiram air ke
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus disiram air keras. (Tangkapan Layar Instagram @podcastseninsore)
0 Komentar

Dimas mengatakan, peristiwa itu harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian dinilai perlu langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.

Menurut dia, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia. Karena itu, pelaku seharusnya dapat dihukum seberat-beratnya dengan percobaan pembunuhan sebagaimana merujuk pada Pasal 459 KUHP baru.

“Penting untuk penegakan hukum dijalankan kepada pelaku dan kedepan ada langkah serius dari negara untuk melindungi kerja-kerja publik di sektor HAM dan penegakan hukum,” kata dia.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan kasus itu telah ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Pusat.

Menurut dia, polisi masih harus meminta keterangan saksi dan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP). “Saat ini sedang didalami oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, mendalami saksi dan TKP,” kata dia, Jumat (13/3/2026).

Budi menyatakan, polisi mengecam keras peristiwa penyiraman air keras kepada aktivis itu. Menurut dia, pihaknya akan berupaya untuk menangkap pelaku. “Kami semua mengecam kejadian tersebut. Semoga pelaku segera tertangkap,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan adanya peristiwa itu. Namun, polisi masih belum menerima laporan resmi dari korban.

“Benar ada kejadian demikian, laporan resmi dari korban belum ada,” kata dia. Meski begitu, polisi tetap melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku. Penyelidikan dilakukan dengan metode scientific investigation.

0 Komentar