Kebijakan ini menunjukkan bahwa Spanyol ingin memberi tekanan politik kepada Israel melalui langkah diplomatik dan ekonomi.
Ketegangan diplomatik antara Spanyol dan Israel semakin meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menuduh Spanyol pada awal Maret “berpihak pada tiran” karena menentang perang tersebut, yang memperburuk hubungan kedua negara.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
“Pemerintah Spanyol, yang berdiri bersama semua tiran di dunia, seperti halnya mereka berdiri bersama Venezuela, sekarang berdiri bersama Iran,” ucap Sa’ar dikutip Euronews, Senin (2/3/2026).
Sa’ar juga menyebut Spanyol berbeda pendapat dengan mayoritas negara Eropa lainnya yang mendukung perang dengan Iran.
“Saya berbicara selama dua hari terakhir dengan sebagian besar menteri luar negeri Uni Eropa, dan sejumlah besar dari mereka memiliki pandangan yang sama. Mereka mungkin ingin perang ini berhasil, tetapi mereka bukan bagian dari operasi ini,” kata Sa’ar.
