Itulah mengapa strategi dan konsep aksi militer Iran tidak menganggap perang terutama sebagai kontes kekuatan tembak, namun dilihat sebagai ujian ketahanan atau endurance.Artinya, Iran berperang untuk berjuang agar bertahan hidup, dan bertahan hidup dengan cara mereka sendiri.
Momen untuk menerapkan strategi pertahanan mosaik dan atrisi ini telah para pemimpin dan komandan tinggi Iran persiapkan selama bertahun-tahun. Mereka memahami bahwa kepentingan nasional dan ambisi mereka pada akhirnya dapat memicu konfrontasi langsung dengan Israel atau AS.
Iran juga menyadari perang dengan salah satu pihak, baik hanya dengan Israel maupun hanya dengan AS, hampir pasti akan melibatkan pihak lainnya. Pola itu terlihat jelas dalam perang 12 hari yang meletus pada 2025, ketika Israel menyerang lebih dulu dan AS baru bergabung beberapa hari kemudian. Namun, pada perang kali ini, keduanya memutuskan untuk melancarkan serangan ke Iran secara bersamaan.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Mengingat keunggulan teknologi, kemampuan intelijen, dan perangkat keras militer canggih AS dan Israel, akan naif untuk berpikir bahwa para ahli strategi Iran merencanakan kemenangan medan perang yang mudah.
Sebaliknya, Iran telah membangun strategi yang berpusat pada pencegahan dan daya tahan. Iran telah berinvestasi besar-besaran dalam kemampuan rudal balistik berlapis, drone jarak jauh, dan jaringan kelompok bersenjata sekutu di seluruh wilayah selama 10 tahun terakhir.
Israel memahami keterbatasannya sendiri: wilayah daratan AS berada di luar jangkauan, tetapi pangkalan-pangkalan AS ada di seluruh wilayah tersebut, khususnya di negara-negara Teluk. Israel juga berada dalam jangkauan rudal dan drone Iran, dan pertukaran serangan baru-baru ini memperlihatkan sistem pertahanan udaranya dapat ditembus. Setiap proyektil yang menembus sistem tersebut tidak hanya membawa bobot militer tetapi juga mengguncang mental Israel.
Perhitungan Iran dikatakan sebagian bertumpu pada ekonomi perang. Pencegat yang digunakan oleh Israel dan AS jauh lebih mahal daripada banyak drone dan rudal satu arah yang dikerahkan oleh Iran. Akibatnya, perang yang berkepanjangan memaksa AS dan Israel menggunakan aset militer bernilai tinggi untuk mencegat ancaman Iran yang relatif murah.
