Uji coba rudal jelajah dari kapal perusak Choe Hyon belakangan ini juga dinilai para analis sebagai cara Korut untuk menegaskan doktrin militer mereka ke komunitas internasional.
Hal ini dikarenakan uji coba dilakukan beberapa hari setelah Seoul dan Washington menggelar latihan militer bersama pada 9 Maret. Latihan itu diberi nama Freedom Shield dan ditanggapi dengan keras oleh Pyongyang.
Mantan presiden Universitas Studi Korea Utara, Yang Moo-jin, menyebut bahwa terjadinya Perang Iran mungkin telah membuat Korut memandang latihan militer AS dan Korsel dengan cara yang lain.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Menurut Yan Moo-jin, Korut tampaknya tak lagi melihat latihan militer Washington dan Seoul sebagai upaya defensif dan agenda rutin, melainkan juga risiko AS melancarkan serangan preemtif, sebagaimana dilakukan mereka di Iran.
