Korea Utara Resmi Dukung Mojtaba Khamenei, Hormati Hak Pilihan Rakyat Iran

Korea Utara Resmi Dukung Mojtaba Khamenei, Hormati Hak Pilihan Rakyat Iran
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri pertemuan yang diadakan oleh Biro Politik Komite Sentral Partai Buruh Korea yang berkuasa di Pyongyang pada 14 Mei 2022. (KCNA/Kyodo)
0 Komentar

KOREA Utara (Korut) secara resmi mendukung Mojtaba Khamenei jadi pemimpin tertinggi Iran. Pyongyang menyatakan bahwa penunjukkan anak Ayatollah Ali Khamenei itu merupakan keputusan yang perlu dihormati.

Menukil Al Jazeera, pernyataan resmi Pyongyang itu diumumkan Kementerian Luar Negeri Korut melalui keterangan juru bicaranya via Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Rabu (11/3/2026).

“Mengenai pengumuman resmi baru-baru ini bahwa Majelis Ahli Iran telah memilih pemimpin baru Revolusi Islam, kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih pemimpin tertinggi mereka,” kata pejabat tersebut.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Juru bicara tersebut tak disebutkan namanya. Seturut The Strait Times, ia juga mengutuk serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu. Ia menyebut serangan ini telah “menghancurkan fondasi perdamaian dan keamanan regional”.

“Kami menyatakan keprihatinan yang mendalam dan mengutuk keras agresi Amerika Serikat dan Israel, yang dengan melancarkan serangan militer yang melanggar hukum terhadap Iran,” katanya.

Juru bicara itu juga menyebut bahwa serangan AS dan Israel telah “meningkatkan ketidakstabilan di seluruh dunia”. AS dan Israel juga ia tuduh telah melanggar “sistem politik dan integritas teritorial” Iran.

“[Serangan AS-Israel] pantas mendapat kritik dan penolakan dari seluruh dunia karena tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi,” katanya.

Pada Rabu lalu, KCNA melaporkan bahwa pemimpin Korut, Kim Jon Un, baru saja mengawasi uji coba rudal jelajah strategis dari kapal perusak Choe Hyon.

Pengembangan rudal jelajah pada armada angkatan laut itu merupakan bagian dari apa yang disebut Kim sebagai “mempersenjatai Angkatan Laut dengan senjata nuklir”.

Kim Jong Un menyebut bahwa penguatan armada dan teknologi nuklir tersebut berguna bagi Pyongyang untuk mencegah perang nuklir.

Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius

Serupa Iran, Korea Utara telah menginisiasi program nuklir sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Namun, Pyongyang intensif mengembangkan senjata nuklir setelah mereka keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi pada 2003.

Sejak itu, senjata nuklir jadi doktrin militer Korut guna mencegah agresi pihak lain. Kerap kali Pyongyang menyatakan akan melancarkan serangan dengan senjata nuklir jika terdapat agresi dari pihak lain.

0 Komentar