Konsulat Rusia di Isfahan Terdampak Serangan Udara di Tengah Gempuran Amerika Serikat-Israel

Bangunan Konsulat Jenderal Rusia di kota Isfahan Iran rusak selama serangan terhadap administrasi provinsi pad
Bangunan Konsulat Jenderal Rusia di kota Isfahan Iran rusak selama serangan terhadap administrasi provinsi pada 8 Maret. (Russian Foreign Ministry)
0 Komentar

KONSULAT Rusia di kota Isfahan, Iran, mengalami kerusakan imbas serangan udara di tengah gempuran Amerika Serikat dan Israel pada Minggu (8/3).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan serangan terhadap perwakilan diplomatik Moskow itu merupakan “pelanggaran terang-terangan” terhadap konvensi internasional.

Moskow mendesak semua pihak harus menghormati “keutuhan serta perlindungan situs diplomatik” di tengah konflik bersenjata.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

“Pada 8 Maret, di kota Isfahan, Iran, akibat serangan terhadap kantor pemerintahan provinsi dengan nama yang sama yang berada di dekatnya, konsulat Rusia mengalami kerusakan,” kata Zakharova dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs Kementerian Luar Negeri Rusia pada Selasa (10/3) seperti dikutip Reuters.

“Jendela-jendela di gedung kantor dan apartemen tempat tinggal pecah, dan beberapa pegawai terpental akibat gelombang ledakan. Untungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka serius.”

Insiden ini terjadi kala perang Iran vs AS-Israel telah memasuki pekan kedua dan belum menunjukkan tanda-tanda bakal mereda.

Iran menolak negosiasi dengan AS, sementara Presiden Donald Trump bersumpah akan memberi ganjaran yang lebih keras lagi jika Teheran ogah manut.

Trump bahkan tengah menimbang operasi militer darat untuk mengambil cadangan uranium Iran.

Para pejabat AS menyebut rencana Trump belum final. Namun opsi ini bukan omong kosong, sebab cara terbaik merebut cadangan uranium Iran adalah dengan pasukan darat jumlah besar.

Dilansir dari Anadolu Agency, ahli militer AS menilai operasi harus dilakukan dengan sangat matang. Operasi itu juga juga harus mengamankan dan memindahkan material radioaktif secara aman.

0 Komentar