Dikenal sebagai “buzzer politik”
Ia pernah mengakui menjadi influencer atau buzzer dalam kampanye Pemilu 2019 untuk mendukung Joko Widodo. Pengakuan tersebut memicu kritik karena dianggap bagian dari politik buzzer yang menyerang lawan politik di media sosial.
Kontroversi komentar tentang agama dan kelompok tertentu
Beberapa pernyataannya di media sosial sering memicu polemik, misalnya kritik keras terhadap kelompok Islam konservatif dan komentar terkait LGBT, agama, atau minoritas yang dianggap provokatif. Hal ini membuatnya berkali-kali menjadi sasaran kritik publik.
Isu jabatan di BUMN
Pada 2025 sempat viral kabar bahwa Abu Janda menjadi komisaris di perusahaan anak BUMN jalan tol, namun perusahaan terkait kemudian menyatakan kabar itu tidak benar.
