Abu Janda sering mengomentari berbagai peristiwa seperti pembubaran kegiatan ibadah, penolakan pembangunan rumah ibadah, serta perusakan tempat ibadah milik kelompok minoritas.
Aktivitasnya di media sosial membuat namanya cukup dikenal di ruang publik digital, terutama karena ia sering menanggapi kasus-kasus yang viral.
Dalam bidang pendidikan, Abu Janda pernah menempuh pendidikan Diploma Ilmu Komputer di Informatic IT School di Singapura pada tahun 1997, kemudian melanjutkan studi di bidang Business & Finance dari University of Wolverhampton di Inggris pada tahun 1999.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia sempat bekerja di berbagai sektor industri. Antara tahun 1999 hingga 2015, Abu Janda bekerja sebagai karyawan di beberapa perusahaan, mulai dari perusahaan sekuritas, bank swasta, hingga perusahaan tambang batu bara.
Namanya semakin viral ketika pada Pemilihan Presiden Indonesia 2019 ia bergabung sebagai pegiat media sosial dalam tim pendukung Joko Widodo.
Sejak saat itu, aktivitasnya di dunia digital semakin intens dan sering menimbulkan perdebatan publik karena pernyataan yang kontroversial.
Kontroversi Abu Janda alias Permadi Arya
Permadi Arya sering menjadi sorotan karena pernyataan kontroversial di media sosial maupun debat publik. Berikut beberapa kontroversi Abu Janda:
Kasus “Islam Arogan”
Abu Janda memicu kemarahan publik setelah menulis di Twitter bahwa “Islam memang agama pendatang dari Arab, agama asli Indonesia itu Sunda Wiwitan… Islam arogan” dalam debat dengan tokoh lain.
Pernyataan ini dianggap menyinggung umat Islam dan membuatnya dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian pada 29 Januari 2021.
Dugaan rasisme terhadap Natalius Pigai
Ia juga dilaporkan karena twit kepada Natalius Pigai yang berbunyi kira-kira “Sudah selesai evolusi belum?”, yang dianggap bernada rasis terhadap orang Papua. Kasus ini juga dilaporkan oleh organisasi pemuda ke polisi pada Januari 2021.
Pernyataan soal konflik Israel-Palestina
Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius
Abu Janda beberapa kali memicu kontroversi karena sikapnya terhadap konflik Palestina, misalnya menyebut Hamas sebagai organisasi teroris, bukan pejuang kemerdekaan Palestina. Pernyataan ini memicu kritik dari banyak pihak di Indonesia yang umumnya pro-Palestina.
