Serangan Drone dan Rudal Iran ke Tel Aviv Picu Spekulasi: Benarkah Benjamin Netanyahu Tewas atau Terluka?

Benjamin Netanyahu
Benjamin Netanyahu
0 Komentar

ESKALASI di Timur Tengah masih meningkat seiring serangan drone dan rudal Iran ke Tel Aviv. Kantor berita semi militer Iran, Tasnim, melaporkan pada Rabu (10/3/2026), munculnya spekulasi terbunuhnya Benjamin Netanyahu akibat serangan pembalasan tanpa henti Iran.

Kantor berita yang berafiliasi dengan IRGC (Garda Revolusi Iran) ini mengumumkan adanya sejumlah indikasi jika pemimpin Partai Likud tersebut telah tewas atau terluka.

Tasnim menyoroti hilangnya video pesan harian yang biasanya rutin diunggah. Video terakhir Netanyahu tercatat pada 7 Maret 2026, di mana ia menyampaikan pidato mengenai progres “Operasi Roaring Lion” melawan Iran.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Laporan mengenai peningkatan perimeter keamanan di kediaman Netanyahu pada 8 Maret untuk menangkal ancaman drone bunuh diri yang terkonfirmasi oleh sumber Ibrani.

Indikator selanjutnya, Utusan Amerika Serikat (AS) Jared Kushner dan Steve Witkoff membatalkan rencana kunjungan mereka keIsrael yang dijadwalkan pada Kamis, 10 Maret 2026.

Meski demikian, laporan dari Jerusalem Post menyebutkan pembatalan lebih berkaitan dengan perselisihan diplomatik terkait serangan Israel ke fasilitas minyak Iran, bukan kondisi kesehatan Netanyahu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron tercatat melakukan panggilan telepon dengan Netanyahu pada Senin, 9 Maret 2026. Meskipun hanya teks percakapan yang dirilis, ini adalah protokol komunikasi standar diplomatik selama konflik aktif.

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv pada Senin (2/3/2026).

IRGC menyebut bahwa serangan ini tak hanya menargetkan kantor Netanyahu, tetapi juga markas besar komandan angkatan udara Israel serta pusat keamanan dan militer di Haifa.

“Kantor perdana menteri kriminal rezim Zionis dan markas besar komandan angkatan udara rezim tersebut menjadi sasaran,” kata IRCG, sebagaimana dikutip media terafiliasi pemerintah Iran, Fars.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

IRGC juga menyebut bahwa mereka telah menggunakan rudal jarak jauh tipe Kheibar dalam serangan tersebut. Kheibar merupakan rudal berbahan bakar padat dengan panjang sekitar 11,4 meter.

Selain itu, IRGC juga mengklaim bahwa sasaran target serangan itu “terkena dampak parah”. Mereka juga menyebut bahwa nasib Benjamin Netanyahu tidak diketahui secara pasti.

Seturut NDTV, sejumlah ledakan memang terdengar di atas Yerusalem pada Senin. Setelah itu, militer Israel (IDF) juga menyebut bahwa mereka telah mengidentifikasi rudal Iran ke Israel.

0 Komentar