KAPAL perang Iran, Iris Dena, ditorpedo kapal selam Amerika Serikat (AS) pada 4 Maret 2026. Torpedo AS itu membuat Iris Dena karam dan 104 pelaut di dalamnya tewas. Namun, sebelum serangan itu terjadi, Iris Dena rupanya sempat diberi suaka oleh India.
Dinukil dari BBC, Iris Dena dan dua kapal Iran lain sempat meminta izin untuk berlabuh di pelabuhan India pada 28 Februari 2026. Kemudian, India memberikan izin tersebut pada 1 Maret 2026.
Keterangan itu diungkap oleh Menteri Luar Negeri India S Jaishankar kepada parlemen India pada Senin (9/3). Menurutnya, ada tiga kapal Iran yang meminta izin, yakni Iris Dena, Iris Lavan, dan Iris Bushehr.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
“Pihak Iran telah meminta izin pada tanggal 28 Februari agar tiga kapal di wilayah tersebut dapat berlabuh di pelabuhan kami. Izin ini diberikan pada tanggal 1 Maret,” kata Jaishankar.
Setelah diberi izin, ketiga kapal itu tak langsung berlabuh. Iris Dena karam terkena torpedo AS pada 4 Maret; Iris Lavan berlabuh di Kota Kochi, India pada 4 Maret; dan Iris Bushehr berlabuh di Sri Lanka pada 5 Maret.
Sejauh ini tak ada konfirmasi terkait pergerakan ketiga kapal itu antara 1 hingga 4 Maret. Namun, ketiga kapal itu sebelumnya baru saja berpartisipasi dalam latihan militer di India antara 15 hingga 25 Februari di Kota Visakhapatnam.
Ketiga kapal Iran meninggalkan India pada 25 Februari 2025. Ketika serangan AS-Israel di Teheran terjadi, ketiga kapal diperkirakan berada di perairan internasional.
Menurut Angkatan Laut India, kapal Iris Dena tengah beroperasi di sekitar 20 mil laut (37 km) di sebelah barat Galle ketika dihantam torpedo. Wilayah itu termasuk dalam zona pencarian dan penyelamatan yang ditetapkan Sri Lanka untuk mengevakuasi para pelaut Iris Dena pasca-serangan torpedo.
Penembakan Iris Dena dengan torpedo kapal selam ini diduga dilakukan AS dengan melibatkan sistem pelacakan kapal di seluruh samudra dunia. Menurut analis, kini ada sekitar 65-70 kapal selam AS yang berada di laut setiap saat.
Iran sebelumnya menanggapi serangan kepada Iris Dena sebagai “kekejaman di laut, 2.000 mil jauhnya dari pantai Iran”. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut bahwa kapal tersebut “dihantam di perairan internasional tanpa peringatan”.
