Putra Menteri Keuangan Israel Terluka Parah dalam Serangan Dekat Perbatasan Lebanon, Begini Kronologinya

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menghadiri pertemuan di parlemen, Knesset, di Yerusalem (Gil Cohen-Ma
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menghadiri pertemuan di parlemen, Knesset, di Yerusalem (Gil Cohen-Magen/AFP/Gambar Getty/FILE)
0 Komentar

MENTERI Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengatakan bahwa putranya terluka parah dalam sebuah serangan di dekat perbatasan Lebanon pada 6 Maret 2026. Smotrich membagikan kronologi dan keadaan putranya melalui unggahan di media sosial X pada Selasa (10/3/2026).

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, selain menyerang Iran, Israel juga memperluas serangan ke Lebanon. Menurut mereka, serangan di Lebanon adalah upaya untuk memberantas kelompok Hizbullah.

Selama ini, Hizbullah dipercaya telah didukung oleh Pemerintah Iran dalam menjalankan aksinya. Jika Hizbullah berhasil dilumpuhkan, maka akan lebih mudah bagi Israel dan AS untuk membuat Iran menyerah.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Menurut penjelasan Smotrich di akun X @bezalelsm, pada hari Jumat sebuah mortir ditembakkan oleh kelompok bersenjata ke arah pasukan Israel yang sedang berada di wilayah perbatasan dengan Lebanon.

Serangan itu mengenai delapan tentara dari unit militer Israel Defense Forces (IDF), termasuk putranya yang bernama Benya Hebron.

Smotrich menambahkan bahwa pecahan ledakan (serpihan mortir) menembus punggung dan perut putranya sehingga ia harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Setelah diperiksa dokter, diketahui bahwa salah satu serpihan tersebut merobek bagian hati (liver) Benya dan berhenti di dinding pembuluh darah terbesar di perutnya. Menurut Smotrich, jika pembuluh darah besar itu sampai rusak, kondisi putranya bisa jauh lebih parah dan bahkan mengancam nyawa.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena putranya masih selamat dan menyebut kejadian itu sebagai “keajaiban besar”.

Smotrich dan keluarganya menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang mendoakan serta kepada tim medis yang merawat putranya. Ia mengatakan bahwa putranya saat ini dalam kondisi kuat dan diharapkan bisa pulih setelah menjalani perawatan dan rehabilitasi.

Selain itu, Smotrich juga menyinggung bahwa beberapa rekan putranya yang ikut terluka dalam serangan tersebut mengalami kondisi yang cukup serius.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Ia menyatakan bahwa sebagai anggota kabinet yang ikut mengambil keputusan terkait perang, ia menyadari setiap keputusan militer menyangkut hidup dan mati para tentara, termasuk anaknya sendiri dan tentara Israel lainnya yang ia anggap seperti anaknya sendiri.

0 Komentar