PERDANA Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul, telah memerintahkan pegawai negeri sipil (PNS) untuk menghemat energi di tengah krisis energi yang disebabkan oleh konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Hal itu disampaikan seorang juru bicara pemerintah pada Selasa (10/2/2026). Kebijakan lain terkait berhemat juga diterapkan, misalnya menangguhkan perjalanan ke luar negeri.
“Perdana menteri memerintahkan bahwa mulai hari ini pegawai negeri sipil akan bekerja dari rumah,” kata Juru Bicara Lalida Periswiwatana, dikutip dari Reuters, Selasa.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Ia menambahkan pengecualian akan diberikan kepada pejabat yang harus melayani publik.
Adapun Thailand memiliki cadangan energi sekitar 95 hari, dan telah mencari sumber tambahan gas alam cair dari Amerika Serikat, Australia, dan Afrika Selatan. Namun, pemerintah sedang berupaya keras untuk mengurangi permintaan.
Lalida mengatakan langkah-langkah pemerintah lainnya untuk menghemat energi termasuk mengatur suhu pendingin ruangan pada 26 hingga 27 derajat celcius dan mengenakan kemeja lengan pendek sebagai pengganti pakaian formal seperti jas dan dasi. Hampir 68 persen kebutuhan energi Thailand dipenuhi dari gas alam.
Lebih dari setengah gas alam cairnya berasal dari produksi domestik, sementara 35 persen berasal dari impor, termasuk 13 persen dari Myanmar.
Awal bulan ini, Thailand juga menghentikan ekspor energi ke semua negara selain Laos dan Myanmar. Para pejabat pemerintah telah diperintahkan untuk mengurangi penggunaan listrik di gedung perkantoran dengan mematikan lampu dan peralatan listrik saat tidak dibutuhkan.
Pemerintah juga akan meminta masyarakat untuk bekerja sama dan mendorong langkah-langkah penghematan energi seperti berbagi kendaraan.
“Jika situasinya memburuk, pemerintah dapat mempertimbangkan langkah-langkah wajib termasuk meredupkan papan iklan di toko, bioskop, dan bisnis serta menutup SPBU pada pukul 10 malam,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.
