Korps Garda Revolusi Iran: Arab dan Eropa yang Usir Duta-Duta Besar Israel dan AS, Bebas Melintas Selat Hormuz

Ilustrasi Google Gemini AI
Ilustrasi Google Gemini AI
0 Komentar

KORPS Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan akan memberikan hak melintas penuh kepada kapal asal negara-negara Arab atau Eropa yang bersedia mengusir duta-duta besar Amerika Serikat dan Israel dari negara mereka. Iran dilaporkan menutup perlintasan Selat Hormuz sejak pecahnya perang dengan AS dan Israel.

“Negara Arab atau Eropa manapun yang mengusir duta-duta besar Israel dan AS dari wilayahnya akan diberikan kebebasan penuh dan hak melintas di Selat Hormuz mulai besok,” menurut keterangan tertulis IRGC sebagaimana dilaporkan media pemerintah Iran, Selasa (10/3/2026).

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) mengancam akan menyerang Iran “20 kali lebih keras” dari intensitas kali ini jika Teheran memblokade pasokan minyak di Selat Hormuz, kata Presiden Donald Trump.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

“Jika Iran melakukan apapun yang menghentikan pasokan minyak di Selat Hormuz, mereka akan diserang oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras dari yang mereka hadapi sejauh ini,” kata Trump melalui Truth Social, Selasa.

Ia mengatakan bahwa AS juga akan mengincar target-target yang mudah dihancurkan sehingga “akan mustahil bagi Iran untuk membangun negaranya kembali” karena “kematian, api, dan amarah akan berkuasa di atas mereka”.

“Tetapi saya berharap, dan berdoa, supaya hal tersebut tak terjadi!” ucap Presiden AS itu.

Trump memandang hal tersebut merupakan “hadiah” dari AS kepada China dan semua negara yang amat bergantung pada kelancaran pelayaran di Selat Hormuz.

“Saya harap langkah ini akan mendapat banyak apresiasi,” kata dia.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Senin (9/3/2025), memperingatkan Washington bahwa Teheran “sepenuhnya siap” menghadapi eskalasi lebih lanjut di tengah ketegangan yang terus mengguncang pasar global. Araghchi melalui platform media sosial X menyatakan, “Sembilan hari sejak Operasi Epic Mistake, harga minyak telah berlipat ganda sementara seluruh komoditas melonjak tajam.”

Dia menambahkan bahwa “Amerika Serikat sedang bersekongkol untuk menargetkan fasilitas minyak dan nuklir kami dengan harapan dapat menahan guncangan inflasi yang sangat besar.”

Araghchi menegaskan “Iran sepenuhnya siap.” Dia juga menyampaikan peringatan dengan mengatakan bahwa “kami juga memiliki banyak kejutan yang telah disiapkan.”

0 Komentar