“Tidak perlu ada panic buying karena memang stok BBM kita cukup. Jadi yang dimaksud dengan 21 hari sampai 25 hari itu adalah storage kita. Tapi itu kan dia pergi dan datang lagi, industri kita jalan terus, dan impor kita gak ada masalah. Apalagi di Timur Tengah itu kita cuma impor crude minyak mentahnya, sementara minyak jadinya kita impor dari negara Asia Tenggara dan produksi dalam negeri. Jadi harusnya tidak perlu ada sampai begitu ya,” pungkas Bahlil.
Dompet Negara Cukup Tebal Tanggung Subsidi Meski Gejolak Harga Mintak Dunia, Purbaya: Kita Masih Aman
