IRAN mampu melakukan operasi tempur intensif setidaknya selama enam bulan. Hal itu disampaikan utusan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), Ali Mohammad Naini, pada Ahad (8/3/2026).
“Angkatan bersenjata Iran memiliki kemampuan untuk melancarkan perang intensif setidaknya selama enam bulan pada tingkat kecepatan saat ini,” kata Naini, seperti dikutip penyiar pemerintah Iran.
Menurut dia, persenjataan militer Iran mencakup rudal balistik berat, rudal jelajah, serta berbagai jenis drone dan kapal serang. Seluruhnya disebut siap digunakan untuk menghadapi perang berskala besar dan berkepanjangan.
“Tidak ada alasan untuk khawatir,” kata Naini.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Ia juga menambahkan Iran berencana menggunakan rudal jarak jauh yang lebih canggih dan jarang digunakan dalam beberapa hari mendatang.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Israel pada awalnya menyatakan serangan preemptive tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun kemudian keduanya menyatakan ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer tersebut. Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengutuk operasi militer Amerika Serikat-Israel dan menyerukan de-eskalasi segera serta penghentian permusuhan.
Militer Israel mengatakan pada Minggu bahwa mereka telah melakukan serangan udara yang menargetkan apa yang disebutnya “infrastruktur militer Iran” di berbagai wilayah negara tersebut.
Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza
Dalam sebuah pernyataan, militer tersebut mengatakan telah meluncurkan “gelombang serangan udara yang menargetkan infrastruktur militer milik rezim Iran di seluruh Iran.”
Militer Israel juga menambahkan bahwa pasukannya menyerang jet tempur F-14 di Bandara Internasional Isfahan.
Hingga pukul 07.00 GMT (14.00 WIB), belum ada komentar resmi dari pihak Iran terkait serangan yang dilaporkan tersebut.
