Tak kalah penting, penguatan industri dalam negeri juga harus berjalan konsisten. Dalam situasi harga bahan baku global yang fluktuatif, kemampuan industri nasional untuk bertahan akan menentukan daya tahan ekonomi secara keseluruhan.
Namun demikian, Agung mengingatkan bahwa seluruh agenda swasembada dan kemandirian nasional harus disertai tata kelola yang bersih dan pengawasan yang ketat. “Pengawasan berjenjang mutlak diperlukan. Tanpa tata kelola yang baik, swasembada hanya menjadi angka di atas kertas. Korupsi bisa menggerogoti fondasi,” tegasnya.
Di tengah dunia yang kembali bergejolak, Agung menilai, langkah memperkuat fondasi domestik merupakan strategi rasional dan realistis. Kata dia, perang mungkin terjadi jauh dari batas wilayah Indonesia. Tetapi dampaknya bisa sampai ke dapur rumah tangga. Karena itu, membangun ketahanan nasional bukan lagi pilihan melainkan keharusan.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
“Indonesia harus menyiapkan diri menghadapi guncangan apa pun. Pangan yang cukup. Energi yang mandiri. Industri yang kuat,” pungkasnya.
