Israel Serang Fasilitas Minyak Iran: 4 Lokasi Utama Picu Kebakaran Hebat dan Kebocoran

Gudang minyak Aghdasieh di timur laut Teheran (Tangkapan layar)
Gudang minyak Aghdasieh di timur laut Teheran (Tangkapan layar)
0 Komentar

Sistem pertahanan Saudi berhasil menembak jatuh beberapa drone yang menuju ladang minyak Shaybah. Akibat serangan ini, terdapat korban sipil setelah sebuah proyektil jatuh di wilayah Al Kharj.

Di Uni Emirat Arab dan Qatar, serangan rudal dan drone dari Iran berhasil dihalau oleh pertahanan militer mereka, sedangkan di Bahrain, serangan drone Iran di daerah Sitra menyebabkan 32 orang luka-luka, termasuk anak-anak yang membutuhkan operasi.

Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling krusial dalam konflik antara Iran dan Israel serta sekutunya. Selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman ini menjadi jalur utama pengiriman minyak dari negara-negara Timur Tengah ke pasar global, termasuk ke Asia, Eropa, dan Amerika.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari, namun dalam situasi konflik saat ini, lalu lintas kapal tanker minyak di selat tersebut hampir berhenti karena meningkatnya ancaman militer.

Harga Crude Oil saat ini telah mencapai sekitar 118 dolar AS per barel, setelah melonjak hampir 28% hanya dalam waktu satu minggu.

Kenaikan drastis ini terjadi karena pasar energi global bereaksi terhadap meningkatnya risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah, yang merupakan salah satu pusat produksi minyak terbesar di dunia.

Para analis ekonomi dari JPMorgan Chase memperkirakan bahwa jika ketegangan terus meningkat, harga minyak bisa menembus 120 dolar AS per barel dalam jangka pendek. Bahkan dalam skenario yang lebih stabil, harga diperkirakan tetap berada di kisaran 80 dolar AS per barel hingga pertengahan tahun.

“Tetapi tanpa resolusi politik yang jelas dan tegas, harga minyak mentah Brent diperkirakan akan stabil di angka $80 per barel yang lebih tinggi hingga pertengahan tahun,” ungkap Bruce Kasman, kepala ekonom di JPMorgan kepadaReuters.

0 Komentar