PERANG besar di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran, terus meluas ke berbagai negara seperti Lebanon, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, dan Irak. Israel masih terus menyerang, Iran pun tak ingin kibarkan bendera putih.
Konflik berkepanjangan ini membuat harga crude oil (minyak mentah) naik.
Amerika Serikat dan Israel terus melakukan serangan udara ke berbagai wilayah Iran, termasuk kota penting seperti Teheran dan Qom. Ledakan baru dilaporkan terdengar di ibu kota Iran, menandakan operasi militer masih berlangsung.
Di saat yang sama, Iran melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone ke wilayah Israel serta negara-negara sekutu Barat di kawasan Teluk.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Serangan udara yang dilakukan oleh Israel terhadap fasilitas minyak di ibu kota Teheran pada 8 Maret 2026 menimbulkan kepulan asap tebal yang menutupi langit kota setelah beberapa depot penyimpanan dan fasilitas distribusi minyak terbakar.
Serangan ini merupakan pertama kalinya fasilitas minyak Iran menjadi target langsung sejak perang dimulai.
Menurut laporan media Iran, dikutip Al Jazeera, serangan tersebut menghantam empat lokasi utama, yaitu gudang minyak Aghdasieh di timur laut Teheran, kilang minyak Teheran di bagian selatan kota, depot minyak Shahran di barat Teheran, serta sebuah depot minyak di kota Karaj di provinsi Alborz.
Ledakan besar memicu kebakaran hebat dan menyebabkan kebocoran minyak hingga mengalir ke jalan-jalan di sekitar depot Shahran. Setidaknya empat sopir truk tanker dilaporkan tewas akibat serangan ini.
Selain serangan ke Teheran, Israel juga mengarahkan fokus mereka ke Lebanon. Israel melakukan serangan udara besar di Beirut selatan, khususnya di kawasan Ghobeiry, yang merupakan daerah yang sering dikaitkan dengan basis Hizbullah. Serangan tersebut menghasilkan ledakan besar dan kepulan asap tebal yang terlihat di langit kota.
Akibat konflik ini, pemerintah Lebanon menyatakan lebih dari 500.000 orang terpaksa mengungsi, dan setidaknya 394 orang tewas, termasuk puluhan anak-anak.
Konflik tidak hanya terjadi antara Iran dan Israel, namun juga menyebar ke negara-negara Teluk yang terdapat pangkalan militer AS. Iran meluncurkan drone dan rudal menuju fasilitas minyak dan pangkalan militer di Arab Saudi.
