Hadi menjelaskan Pertamina beroperasi sebagai korporasi yang tetap harus menjaga kesehatan bisnisnya. Dalam praktik industri energi, kenaikan harga bahan baku biasanya akan diikuti penyesuaian harga produk.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
“Sekali lagi saya pastikan, sampai dengan hari raya ini insya Allah tidak ada kenaikan harga BBM subsidi,” ujar Bahlil ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Lebih lanjut, Bahlil juga kembali menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu melakukan panic buying.
“Pasokan tidak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idul Fitri semuanya terjamin, tidak ada masalah,” ucap Bahlil.
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS Ateng Sutisna menyoroti minimnya cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah fenomena panic buying yang memicu antrean panjang di sejumlah wilayah, seperti Aceh Tengah dan Banda Aceh. Ia menilai peristiwa tersebut membuka persoalan struktural dalam sistem ketahanan energi nasional.
Ateng memandang kejadian itu juga mencerminkan kerentanan manajemen komunikasi publik di sektor energi. Panic buying muncul akibat ketidakseimbangan informasi serta menurunnya kepercayaan sesaat masyarakat terhadap jaminan pasokan energi.
“Kejadian ini membuka fakta lain, adanya defisit infrastruktur storage BBM nasional serta kelemahan pada mekanisme logistik dan rantai pasok energi kita,” kata Ateng di Jakarta, dikutip Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan sistem distribusi BBM nasional yang dikelola Pertamina pada tingkat operasional sebenarnya cukup tangguh menjaga pasokan di tingkat ritel. Kegaduhan publik terkait pernyataan stok BBM yang disebut hanya bertahan sekitar 21 hari menunjukkan adanya kerentanan pada level makro infrastruktur energi.
Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza
Menurut Ateng, kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi negara dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa yang memiliki tingkat konsumsi energi sangat besar. Kapasitas cadangan BBM yang kurang dari satu bulan dinilai menunjukkan ketertinggalan investasi dalam pembangunan infrastruktur penyimpanan energi.
