Apa Sebab Mojtaba Khamenei Tak Disukai Amerika Serikat? Ini Sosok Putra Ayatollah Ali Khamenei

Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei
0 Komentar

Di Iran, pemimpin tertinggi memiliki kewenangan tertinggi dalam pengambilan keputusan negara, termasuk terkait kebijakan luar negeri dan program nuklir.

Negara-negara Barat selama ini berupaya mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya ditujukan untuk kepentingan sipil.

Meski demikian, Mojtaba kemungkinan menghadapi tantangan domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Iran menunjukkan kesiapan untuk menggelar demonstrasi besar menuntut kebebasan yang lebih luas, meski aksi tersebut sering dibalas dengan penindakan keras oleh aparat keamanan.

Latar Belakang dan Perjalanan Hidup

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Mojtaba Khamenei lahir pada 1969 di kota suci Syiah, Mashhad. Ia tumbuh ketika ayahnya aktif dalam gerakan oposisi terhadap Shah Iran sebelum revolusi 1979.

Saat masih muda, Mojtaba juga sempat terlibat dalam perang Iran-Irak.

Ia kemudian menempuh pendidikan agama di Qom, pusat pembelajaran teologi Syiah di Iran, di bawah bimbingan para ulama konservatif. Mojtaba memiliki gelar keagamaan Hojjatoleslam.

Meski memiliki pengaruh besar, ia tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan Republik Islam Iran.

Ia beberapa kali terlihat hadir dalam rapat umum pendukung pemerintah, namun jarang berbicara di depan publik.

Peran Mojtaba selama ini juga memicu kontroversi di Iran. Sejumlah kritikus menolak kemungkinan adanya politik dinasti di negara yang menggulingkan monarki yang didukung Amerika Serikat pada 1979.

Pernah Dijatuhi Sanksi Amerika Serikat

Pada 2019, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap Mojtaba Khamenei.

Washington menyatakan bahwa ia mewakili pemimpin tertinggi dalam kapasitas resmi meskipun tidak pernah dipilih ataupun ditunjuk dalam posisi pemerintahan, selain bekerja di kantor ayahnya.

Situs resmi departemen tersebut menyebut Ali Khamenei pernah mendelegasikan sebagian tanggung jawabnya kepada Mojtaba. Ia juga disebut bekerja sama erat dengan komandan Pasukan Quds IRGC serta Basij, milisi keagamaan yang berafiliasi dengan Garda Revolusi.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Menurut pernyataan tersebut, Mojtaba melakukan hal itu “untuk memajukan ambisi regional ayahnya yang bersifat destabilisasi serta tujuan domestik yang represif”.

Nama Mojtaba juga menjadi sasaran kritik keras selama gelombang protes pada 2022, setelah Mahsa Amini, seorang perempuan muda, meninggal dalam tahanan polisi usai ditangkap karena diduga melanggar aturan ketat berpakaian di Iran.

0 Komentar