Prof Jiang Xueqin: Amerika Serikat Pakai Strategi 'Shock and Awe' Tak Siap Perang Abad 21

Prof Jiang Xueqin prediksi Iran menang dalam perang melawan AS. (YouTube/ Prof. Jiang Clips)
Prof Jiang Xueqin prediksi Iran menang dalam perang melawan AS. (YouTube/ Prof. Jiang Clips)
0 Komentar

Ia menerangkan “shock and awe” merupakan metode yang dianalogikan sebagai memenggal kepala musuh, kemudian tubuhnya akan jatuh. Akan tetapi Iran, menurut Prof Jiang, melihat hal ini sebagai perang agama. Maka dari itu Iran mengumumkan perang penuh.

Lebih lanjut ia menyebut saat ini komando dan kendali Iran terdesentralisasi. Apabila ada yang berusaha melumpuhkan Iran, yang lain akan tetap melanjutkan.

“Jadi Anda memenggal kepalanya, itu tidak mengubah apa pun,” ujarnya.

“Tapi sayangnya Israel dan Amerika menggunakan ini sebagai doktrin militer. Doktrin militer hanya berarti bagaimana Anda merancang militer Anda untuk tujuan apa,” lanjut Prof Jiang.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Jadi meskipun Amerika tampak seperti tentara yang tak terkalahkan, mereka tidak dilengkapi untuk berperang dalam perang abad ke-21 melawan drone, melawan fanatik agama,” kata sosok yang juga aktif di berbagai media luar negeri itu.

Ia memaparkan doktrin militer menentukan bagaimana berperang, melakukan birokrasi, dan menentukan bagaimana membelanjakan sumber daya.

0 Komentar