Prof Jiang Xueqin: Amerika Serikat Pakai Strategi 'Shock and Awe' Tak Siap Perang Abad 21

Prof Jiang Xueqin prediksi Iran menang dalam perang melawan AS. (YouTube/ Prof. Jiang Clips)
Prof Jiang Xueqin prediksi Iran menang dalam perang melawan AS. (YouTube/ Prof. Jiang Clips)
0 Komentar

PROF Jiang Xueqin yang kontennya suka ditonton Dian Sastro, telah memprediksi Amerika Serikat (AS) akan berperang dengan Iran sejak 2024 lalu. Dalam prediksinya, AS akan kalah. Kekalahan ini juga dikatakan oleh Prof Jiang, akan mengubah tatanan seluruh dunia selamanya.

“Pada kelas sebelumnya, kita melihat ke salah satu alasan kenapa AS menginvasi Iran, yang mana merupakan lobi Israel,” kata Prof Jiang.

“Dan pada kelas hari ini kita akan melihat alasan lainnya, yang mana merupakan pertahanan empire (kerajaan). Amerika adalah suatu kerajaan dan harus mempertahankan status kekaisarannya,” terang Prof Jiang melalui salah satu videonya pada (10/5/2024), dikutip dari kanal YouTube miliknya, Predictive History.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Prof Jiang menerangkan, untuk memahami bagaimana AS menjadi suatu ‘kerajaan’, maka harus melihat kembali sejak saat bagaimana Amerika terbentuk, yakni pada 1776 ketika mereka menyatakan kemerdekaan dari Inggris.

“Jadi, seperti yang Anda ketahui, Perang Dunia III telah dimulai. AS dan Israel telah mulai menyerang Iran dan kita sekarang berada di hari keempat perang ini,” ungkap pendidik sekaligus penulis tersebut.

“Dan kita dapat memperkirakan perang ini akan berlangsung selama berminggu-minggu, mungkin juga selama bertahun-tahun. Tapi saya bisa meyakinkan Anda setelah perang ini berakhir, dunia tidak akan pernah sama lagi,” kata Prof Jiang dalam video, Selasa (3/3/2026).

Lulusan Yale University ini mengatakan negara-negara kawasan Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC) merupakan unsur vital bagi ‘kerajaan’ AS. Fondasi AS terletak pada petrodolar.

Dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), petrodolar adalah cadangan moneter yang berlimpah dalam bentuk dolar sebagai hasil penjualan minyak ke luar negeri.

Prof Jiang menyebut jika GCC kolaps, maka perekonomian Amerika akan runtuh. Di sisi lain, menurutnya 80% makanan yang dikonsumsi negara-negara GCC merupakan impor. Oleh sebab itu, jika Selat Hormuz ditutup maka mereka akan kelaparan.

“Jadi Selat Hormuz adalah kunci dan Iran menutupnya untuk mencekik ekonomi global dan oleh sebab itu meruntuhkan kerajaan AS,” kata Prof Jiang.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Dalam videonya, Prof Jiang mengatakan AS tidak siap dengan perang abad 21. Ia mengatakan, AS menggunakan strategi “shock and awe”.

0 Komentar