Politikus Inggris George Galloway: Sensor Informasi Soal Kehancuran Fatal Tel Aviv dan Angka Kematian Warga AS

George Galloway
George Galloway
0 Komentar

PEMIMPIN Partai Buruh Inggris (Workers Party of Britain) sekaligus pendiri organisasi VIVA Palestina, George Galloway, melontarkan serangkaian klaim mengejutkan terkait skala kerusakan sesungguhnya dalam konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Galloway secara terbuka menuding adanya sensor informasi besar-besaran oleh pemerintah Israel dan media Barat terkait kehancuran fatal di Tel Aviv serta tingginya angka kematian dari pihak AS.

Dalam pernyataannya dikutip dari Moats, memicu sorotan tajam, Galloway mengeklaim bahwa Israel saat ini menderita kerugian yang sangat parah, namun fakta tersebut sengaja ditutupi dari mata dunia.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Ia menyebut bahwa otoritas Israel menerapkan aturan ketat di mana siapa pun yang menyebarkan foto atau video kerusakan di Tel Aviv akan langsung diancam dengan hukuman lima tahun penjara. Lebih lanjut, ia menuduh media arus utama Barat seperti CNN, BBC, dan Sky News telah tunduk pada sensor tersebut dan menolak menyiarkan rekaman kondisi di lapangan.

Politikus yang memiliki istri berdarah Indonesia tersebut dengan berani menyatakan bahwa kondisi Tel Aviv saat ini sudah luluh lantak menyerupai Jalur Gaza. Ia mengaku mendapatkan informasi tersebut secara langsung dari warga sipil di lokasi kejadian. “Bagaimana saya tahu itu? Karena saya punya teman-teman di Tel Aviv, di Jalan Sheinkin, dekat Lapangan Dizengoff, dan merekalah yang memberi tahu saya dari mulut mereka sendiri bahwa Tel Aviv sekarang terlihat seperti Gaza,” ungkap Galloway.

Kehancuran tersebut, menurut klaim Galloway, terjadi lantaran sistem pertahanan udara Israel di atas Tel Aviv sudah tidak lagi beroperasi. Kondisi ini membuat pasukan Iran dapat leluasa menyerang target menggunakan rudal balistik terkuat mereka. Ia bahkan menyebut ada sekitar 50 rudal balistik yang menghantam Tel Aviv hanya dalam satu malam.

Selain menyoroti Israel, Galloway turut meragukan keabsahan data resmi jumlah korban tewas dari pihak Amerika Serikat. Ia menuding pemerintah Washington berbohong kepada publik karena hanya mengakui empat kematian warganya.

Mengingat banyaknya pangkalan CIA, kedutaan besar, dan basis militer AS di luar negeri yang diklaim telah hancur digempur, Galloway memperkirakan angka kematian sebenarnya jauh melampaui data resmi.

0 Komentar