“Sampai sekarang, tampaknya itu tidak akan terjadi,” kata dia.
Seruan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar rakyat Iran melakukan pemberontakan juga dinilai tidak mendapat respons luas. Talabani mengatakan, situasi internal Iran masih solid untuk menghadapi tekanan dari Washington-Tel Aviv tersebut.
“Kami juga tidak melihat pemberontakan yang terjadi di manapun di Iran,” ujarnya.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Talabani memperkirakan perang antara aliansi AS-Israel dan Iran boleh jadi berlangsung lama. Ia menilai tujuan militer yang diinginkan kedua negara pro-zionisme tersebut akan sulit dicapai dalam waktu singkat.
Apalagi, lanjut dia, Iran telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan konflik seperti ini selama puluhan tahun. Karena itu, ancaman “menyerah atau mati” yang disampaikan Washington tidak akan memengaruhi sikap rakyat Iran.
“Mereka telah mempersiapkan ini selama 45 tahun. Dan Anda pasti akan mendapatkan perlawanan yang sangat sengit dari mereka,” ujar Talabani.
Terkait upaya AS menggandeng Kurdi Irak untuk ikut dalam operasi darat di Iran, Talabani menyebut gagasan tersebut tidak realistis. Ia khawatir keterlibatan Kurdi justru akan memicu konflik yang lebih luas di kawasan.
“Kurdistan perlu menjadi jembatan, bukan medan peperangan,” tukas dia.
