KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap upaya dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian Bangsa Indonesia di tengah terjadinya dinamika konflik global dewasa ini.
Di tengah konflik global, Sigit memaparkan bahwa, Pemerintah Indonesia terus melakukan diplomasi dengan mengedepankan politik luar negeri bebas aktif. Hal itu juga disertai komitmen pada prinsip negara non blok guna memitigasi dampak eskalasi global.
Selain itu, kata Sigit, Indonesia juga turut berperan aktif dalam mendorong upaya perdamaian antara Palestina dan Israel, serta Iran dan Israel-Amerika Serikat dengan bergabung dalam Board of Peace melalui pendekatan Two State Solution.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Menyikapi dinamika global tersebut, Sigit menegaskan, Pemerintah telah menetapkan berbagai program dan kebijakan yang dirumuskan dalam misi Asta Cita, 17 program prioritas, 8 program hasil terbaik cepat, serta 8 sasaran prioritas nasional.
“Berbagai kebijakan tersebut diwujudkan melalui upaya hilirisasi energi dan industri serta swasembada pangan guna memperkuat kemandirian bangsa, sehingga Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri,” kata Sigit dalam apel ojol dan buruh kamtibmas “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” di Stadion Bumi Sriwijaya, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (8/3/2026).
Sigit mengungkapkan, saat ini, Pemerintah mendorong hilirisasi di berbagai sektor, antara lain industri bauksit, baterai listrik, otomotif, semikonduktor, serta berbagai komoditas strategis lainnya.
Secara keseluruhan terdapat sekitar 18 program hilirisasi besar, termasuk proyek waste to energy yang tersebar di 34 wilayah. Selain itu, penguatan juga dilakukan pada sektor pangan, perikanan, dan industri makanan.
Pemerintah juga mendorong peningkatan lifting minyak melalui pembukaan sumur-sumur baru, optimalisasi pengelolaan sumur tua, serta mengurangi ketergantungan impor dari negara lain khususnya terkait pangan dan energi.
“Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat membuka ruang ekonomi dan lapangan kerja yang luas. Untuk itu, diperlukan dukungan bersama, termasuk dari para buruh dan rekan-rekan ojek online, sehingga seluruh program berjalan on the track dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tutur Sigit.
Menurut Sigit, salah satu hal penting yang perlu dijaga adalah iklim investasi yang kondusif, sehingga hilirisasi dan investasi dapat terus berkembang, baik melalui Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
