Di Inggris, jajak pendapat yang dilakukan perusahaan riset dan analisis data YouGov menunjukkan dukungan publik yang terbatas terhadap serangan AS terhadap Iran.
Survei yang dilakukan pada 2 Maret, setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, menunjukkan sebanyak 49 persen warga Inggris menentang serangan tersebut, sementara 28 persen mendukungnya.
Sebagian besar responden juga menolak penggunaan pangkalan Angkatan Udara Inggris untuk serangan AS terhadap Iran. Survei pada akhir Februari menunjukkan 58 persen responden menolak penggunaan tersebut.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Bahkan ketika dalam survei 2 Maret ditambahkan syarat bahwa operasi hanya ditujukan pada sasaran rudal, tingkat penolakan tetap mencapai 50 persen.
Survei itu juga menunjukkan 45 persen warga menilai pemerintah Inggris seharusnya tidak memuji maupun mengecam serangan AS terhadap Iran.
Sementara itu, 47 persen responden menilai Perdana Menteri Keir Starmer menangani ketegangan AS-Iran dengan buruk, sedangkan 34 persen menyatakan ia menangani situasi tersebut dengan baik.
Ketegangan regional meningkat setelah serangan udara gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat militer senior.
Konflik tersebut memicu ketidakstabilan luas di kawasan serta serangan balasan dari Iran terhadap sejumlah lokasi yang terkait dengan AS di Timur Tengah.
