Donald Trump: Saya Tak Keberatan dengan Pemimpin Religius, Perlakukan Amerika Serikat dan Israel dengan Baik

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
0 Komentar

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan keinginannya untuk terlibat dalam pemilihan pemimpin Iran berikutnya. Satu alasannya: dia tak ingin kembali setiap 5 atau 10 tahun sekali

“Kami tidak ingin kembali setiap 5 atau 10 tahun dan melakukan ini. Kami ingin memilih seorang presiden yang tidak akan memimpin negara mereka ke dalam perang,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One, Sabtu (7/3/2026).

Trump menyatakan tak masalah, bila pemimpin baru Iran nanti adalah seorang pemimpin religius. Yang penting, kepemimpinan baru Iran dapat memperlakukan AS dan Israel dengan baik.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Tergantung siapa orangnya. Saya tidak keberatan dengan pemimpin religius. Saya berurusan dengan banyak pemimpin religius, dan mereka fantastis,” kata Trump kepada CNN International, Jumat (6/3/2026).

Apakah Iran harus menjadi negara demokratis?

“Tidak. Yang penting, ada seorang pemimpin yang bersikap adil dan bijaksana, dan mampu melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Serta memperlakukan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara lain di Timur Tengah dengan baik. Mereka semua adalah mitra kami,” papar Trump.

0 Komentar