“Majelis Ahli akan bersidang hari ini dan prosesnya akan dimulai,” ucap dia, menambahkan.
Dua ulama garis keras berpengaruh di Iran dilaporkan mendesak percepatan suksesi kepemimpinan usai terbunuhnya Ayatollah Ali Khamenei. Berdasarkan laporan media Iran dilansir Strait Times,Sabtu (7/3/2026), desakan dua ulama itu bertujuan agar Pemimpin Tertinggi Iran yang baru bisa membimbing negara di tengah gelombang serangan AS dan Israel.
Menurut laporan media setempat, desakan dari ulama menggambarkan adanya ketidaknyamanan di kalangan pemuka agama atas Majelis Ahli yang saat ini mengisi kekosongan kekuasaan di Iran. Salah satu ulama itu adalah Ayatollah Naser Makarem Shirazi, yang mengatakan bahwa suksesi cepat bisa “membantu urusan kenegaraan lebih baik”.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Pekan lalu dua ulama besar Syiah ini juga telah mengeluarkan fatwa jihad yang menyerukan umar Muslim di dunia membalaskan kematian Ayatollah Ali Khamenei. Menurut Makarem Shirazi, adalah kewajiban agama bagi seorang Muslim “hingga kejahatan dari para kriminal ini terberantas dari dunia”.
Ayatollah Hossein Nouri Hamedani juga mendesak para anggota Majelis Ahli, segera memilih pemimpin baru untuk mempercepat suksesi. Menurut aturan dalam konstitusi Iran, tiga anggota Majelis Ahli terdiri dari presiden, seorang ulama senior, dan kepala kehakiman, mengambil alih sementara peran Pemimpin Tertinggi Iran hingga mereka memutuskan pengganti.
