Namun, perjalanan menuju industri musik cukup berliku. Setelah album demonya ditolak beberapa kali, Vidi Aldiano merilis album debutnya, Pelangi di Malam Hari pada 2008. Album ini langsung mendapat sambutan positif dari penikmat musik Indonesia. Beberapa lagu dari album tersebut menjadi hits besar, di antaranya “Nuansa Bening”, “Status Palsu”, dan “Pelangi di Malam Hari”.
Lagu “Nuansa Bening” adalah ciptaan Keenan Nasution dan Rudi Pekerti yang dirilis dalam album Di Batas Angan-Angan (1978). Lagu ini masuk daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik versi Rolling Stone Indonesia. Ketika dibawakan ulang oleh Vidi, lagu tersebut kembali jadi hits dan digandrungi generasi yang lebih muda. Lagu ini pula yang jadi salah satu hit pengangkat popularitas awal Vidi di industri musik Indonesia.
Pada 2009, Vidi merilis album religi kompilasi Lelaki Pilihan untuk menyambut bulan Ramadan. Dalam album tersebut, ia membawakan lagu “Rindu Rasul” bersama Sam Bimbo.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Dua tahun berselang, album kedua Vidi, Yang Kedua, meluncur di bawah label Trinity Optima Production. Ia menulis 6 dari total 11 lagu di album tersebut. Hits yang ikonik di antaranya adalah “Lupakan Mantan” dan “Gadis Genit”.
Pada 2013, Vidi sempat mengurangi aktivitas di industri musik setelah merilis album mini Dunia Baru. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di University of Manchester, Inggris.
Berselang 3 tahun, album ketiga, Persona (2016), diluncurkan dan menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier Vidi. Pasalnya, album ini meraih sertifikasi Triple Platinum pada 2017.
Pada 2022, Vidi Aldiano merilis album keempat berjudul Senandika. Album ini memiliki makna sangat personal bagi sang penyanyi karena berisi kisah perjalanan hidupnya sejak 2018. Salah satu lagu dalam album tersebut, “Bertahan Lewati Senja”, menceritakan pengalaman menghadapi kanker ginjal yang dialaminya.
Selain berkarier sebagai penyanyi, Vidi Aldiano juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan hiburan. Ia pernah menjadi duta kampanye HIV/AIDS Indonesia pada periode 2015 hingga 2016. Di luar musik, ia juga dikenal sebagai pembawa acara, aktor, entrepreneur, hingga podcaster yang aktif di berbagai platform digital.
