Tiongkok Dilaporkan Ada Kemungkinan Ubah Posisi Berikan Dukungan ke Iran: Finansial, Komponen Rudal

Tiongkok Dilaporkan Ada Kemungkinan Ubah Posisi Berikan Dukungan ke Iran: Finansial, Komponen Rudal
Presiden China Xi Jinping. (Wikimedia Commons/Palácio do Planalto)
0 Komentar

PEMERINTAH Tiongkok kemungkinan mulai mengubah posisinya dengan memberikan dukungan lebih nyata kepada Iran melalui bantuan finansial, suku cadang, serta komponen rudal. Laporan ini dirilis oleh CNN pada Jumat (6/3) berdasarkan keterangan tiga sumber yang mengetahui isu tersebut.

Perubahan Posisi Beijing

Hingga saat ini, Beijing cenderung menghindari keterlibatan langsung dalam konfrontasi antara Iran dengan aliansi AS-Israel. Namun, pejabat Amerika Serikat kini memantau ketat tanda-tanda pergeseran kebijakan Tiongkok.

Sebagai pembeli utama minyak mentah Iran, Tiongkok memiliki kepentingan besar di kawasan tersebut. Sumber intelijen menyebutkan bahwa Tiongkok tetap berhati-hati dalam memberikan dukungan, mengingat konflik terbuka dapat mengancam ketahanan energi nasional mereka. Di sisi lain, Beijing terus mendesak Teheran untuk menjamin keamanan navigasi kapal komersial di Selat Hormuz bagi kepentingan perdagangan Tiongkok.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Selain Tiongkok, Rusia diduga telah berbagi citra satelit dan data intelijen penargetan dengan Iran, termasuk informasi mengenai pergerakan pasukan AS. Hingga kini, Badan Intelijen Pusat (CIA) menolak memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Kondisi keamanan di lapangan terus memburuk pasca serangan drone Iran di Kuwait pekan lalu yang menewaskan enam tentara AS. Hingga saat ini, Iran dilaporkan telah meluncurkan ribuan unit drone serang dan ratusan rudal ke berbagai fasilitas militer, diplomatik, hingga sasaran sipil. Sebaliknya, serangan balasan dari pihak AS dan Israel telah menghantam lebih dari 2.000 lokasi di wilayah Iran.

Eskalasi di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah serangan besar-besaran AS-Israel pada hari Sabtu lalu. Operasi tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk sejumlah pejabat militer senior dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran merespons dengan meluncurkan serangan rudal dan drone secara masif ke pangkalan AS dan beberapa kota di Israel. Intensitas serangan dari kedua belah pihak dilaporkan terus meningkat tanpa tanda-tanda deeskalasi.

0 Komentar