Presiden Iran Masoud Pezeshkian Minta Maaf ke Negara Tetangga di Timur Tengah Terkena Sasaran Serangan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Ahmed Jalil / Pool via AFP - Getty Images)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Ahmed Jalil / Pool via AFP - Getty Images)
0 Komentar

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangga di Timur Tengah atas serangan yang menyasar di seluruh wilayah tersebut.

Sejak perang Iran vs Amerika Serikat-Israel pecah 28 Februari lalu, Iran memang melancarkan serangkaian serangan balasan yang menyasar pangkalan militer dan aset AS di Timur Tengah, menyebabkan sejumlah wilayah negara Arab itu terkena serangan.

Pezeshkian berjanji negara-negara Arab tidak akan menjadi sasaran serangan balasan Iran kecuali Teheran mendapat ancaman serangan dari negara-negara itu.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran,” katanya dalam pidatonya yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Sabtu (7/3).

“Dewan kepemimpinan sementara kemarin sepakat bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak akan ada rudal yang ditembakkan kecuali serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut,” paparnya menambahkan seperti dikutip AFP.

Dewan kepemimpinan telah memimpin Iran sejak pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pekan lalu, dalam serangan Amerika Serikat dan Israel yang memicu perang di Timur Tengah.

Pezeshkian juga mengatakan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah kepada Israel dan Amerika Serikat, saat perang Timur Tengah memasuki minggu kedua.

“Musuh-musuh Iran harus membawa keinginan mereka untuk penyerahan tanpa syarat rakyat Iran ke kuburan mereka,” kata Pezeshkian.

Hingga Sabtu, Iran kembali melancarkan serangkaian serangan balasan terbaru ke Israel dan sejumlah aset militer AS di Timur Tengah.

Sejumlah laporan memaparkan beberapa titik di Uni Emirat Arab, Bahrain, hingga Kuwait kembali menjadi sasaran serangan drone. Bandara Dubai sampai tutup dan menghentikan operasional setelah pencegatan proyektil menyasar lokasi strategis itu hingga memicu kepulan asap di atas langit bandara.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan sejumlah pesawat berputar di atas bandara Dubai dalam pola menunggu (holding pattern).

0 Komentar