Bongkar Praktik Laboratorium Gelap Narkotika: 2 Warga Rusia Ditangkap di Bali dan Modus Tersangka

Dua WN Rusia itu adalah seorang laki-laki berinisial TS (34) dan seorang perempuan berinisial NT (29).
Dua WN Rusia itu adalah seorang laki-laki berinisial TS (34) dan seorang perempuan berinisial NT (29).
0 Komentar

Vila tersebut, berada di kawasan persawahan dan tidak jauh dari jalan utama. Di sana tim gabungan menemukan berbagai bahan dan peralatan untuk clandestine laboratory. Pengungkapan laboratorium gelap narkotika golongan 1 jenis mephedron ini cukup besar dengan barang bukti mephedron 7,3 kilo gram (Kg).

“Secara global saya sampaikan bahwa ini [barang bukti] yang terbesar 7,3 kilo gram,” ujar Roy.

Latar belakang tersangka dan buron

Tersangka NT berlatar belakang pernah mengecap ilmu di Fakultas Biologi di Rusia dan bertugas sebagai peracik atau membuatmephedrone.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Kemudian, untuk tersangka TS dari pengakuannya, dia pernah menjadi tentara di Rusia. Perannya dalam kasus itu adalah menerima bahan kimia dan lalu didrop ke vila untuk dijadikan mephedrone.

“Katanya tidak menjadi tentara lagi, karena ada semacam gangguan saraf di bagian belakang tubuhnya. Kami belum bisa lakukan (pemeriksaan) secara detail. Karena nanti akan kita lakukan pemeriksaan lanjutan yang kita hubungkan dengan barang bukti yang ada di TKP,” ujarnya.

Keduanya masuk di Pulau Bali sejak Bulan Januari 2026 dan mulai memproduksi sejak dua bulan yang lalu.

Selain itu, petugas juga menemukan tiga dokumen paspor di kamar NT.

“Paspor pertama adalah yang namanya NT yang dia gunakan di Rusia. Dan ada dua paspor lain dengan nama lain tetapi fotonya dia (tersangka NT). Kemudian, ada paspor lain namanya berbeda tapi orangnya sama. Jadi tiga paspor itu akan dicek imigrasi,” ujarnya.

Selain itu, diduga kedua tersangka ini dikendalikan seorang perempuan WN Rusia inisial KS yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

“(Kedua tersangka) tidak saling kenal sebenarnya. Jadi yang mengendalikan kemungkinan besar KS yang telah menjadi DPO. Sejauh ini, hasil pengecekan tiga hari yang lalu dia ada di Dubai,” ujarnya.

Modus pelaku membuat narkoba sintetis

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Dari pemeriksaan sementara diketahui narkotika jenis mephedron diracik pelaku NT setiap hari. Pelaku bekerja pada dini hari yakni dari pukul 00:00 sampai jam 04:00 WITA.

Roy mengatakan barang-barang haram itu masih dalam proses produksi, dan diduga belum sempat beredar.

0 Komentar