ESKALASI konflik di Timur Tengah memicu pembatalan 64 penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, hingga Jumat (6/3/2026) pukul 17.00 WITA. Penutupan wilayah udara di sejumlah negara tersebut berdampak pada ribuan penumpang maskapai besar seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways.
Pembatalan tersebut terdiri atas 34 penerbangan keberangkatan dan 30 penerbangan kedatangan. Maskapai penerbangan yang terdampak adalah Qatar Airways untuk rute Doha–Denpasar dan Denpasar–Doha; Emirates untuk rute Dubai–Denpasar dan Denpasar–Dubai; dan Etihad Airways untuk rute Abu Dhabi–Denpasar dan Denpasar–Abu Dhabi.
“Dapat kami informasikan juga bahwa maskapai Emirates telah menerbangkan kembali satu pesawat yang sempat melakukan remain over night di Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak 28 Februari,” kata Gede Eka Sandi Asmadi, Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dalam keterangannya Jumat (06/03/2026).
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Eka menyebut, penerbangan yang diterbangkan kembali adalah EK369 yang berangkat menuju Dubai pada 5 Maret 2026 pukul 00.42 WITA dengan menggunakan pesawat Airbus A380. Penerbangan tersebut adalah penerbangan pertama Emirates dari Denpasar ke Dubai setelah Dubai International Airport mulai melayani operasional penerbangan secara bertahap.
“Pada Jumat (06/03/2026) sore, Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani kedatangan Emirates dengan nomor penerbangan EK368 dari Dubai. Penerbangan yang menggunakan pesawat Airbus A380 tersebut mendarat di Bali pada pukul 16.30 WITA,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan pada periode 28 Februari hingga 6 Maret berjumlah 8.187 penumpang keberangkatan.
“Khusus untuk tanggal 6 Maret, jumlah penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan berjumlah 334 penumpang. Penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai, ” jelas Eka.
Meskipun sejumlah penerbangan masih terdampak pembatalan, Eka menyampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Ngurah Rai secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal.
Pihak pengelola Bandara Ngurah Rai mengeklaim secara berkesinambungan terus melakukan pemantauan situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah, serta terus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, utamanya dengan maskapai, AirNav Indonesia, serta aparatur keamanan bandara.
