JURU Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa keanggotaan Iran dalam organisasi kerja sama ekonomi negara-negara berkembang, Developing Eight Organization for Economic Cooperation (D-8), tetap berlangsung meskipun situasi keamanan di kawasan Timur Tengah sedang memanas.
Yvonne menyampaikan hal tersebut mengingat Indonesia saat ini menjadi pemegang keketuaan organisasi D-8 periode ini. Dia menyatakan hingga kini tidak ada perubahan terhadap partisipasi Iran dalam organisasi tersebut.
“Keanggotaan Iran tetap atau tidak? Masih on. Cuma yang mau saya sampaikan, sekali lagi kami tekankan Indonesia sebagai Ketua D-8 saat ini, terus berkomunikasi erat dengan anggota D-8 untuk memastikan kondisi di lapangan dan persiapan masih tetap jalan sampai saat ini,” kata Yvonne dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza
Sebagai pemegang keketuaan organisasi D-8, Indonesia terus memantau konflik yang ada di Timur Tengah, yang mana melibatkan Iran melawan Amerika Serikat dengan Israel. Diketahui bahwa dampak konflik berpengaruh terhadap agenda organisasi tersebut, termasuk rencana penyelenggaraan KTT D-8 yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang.
“Kita terus mengikuti perkembangan di lapangan secara saksama, dan sebagai Ketua D-8 kita juga terus mendorong deeskalasi serta mengajak semua pihak untuk menahan diri,” ujarnya.
Sebelumnya, Menlu Sugiono sempat menyampaikan undangan kepada berbagai negara agar hadir dalam perhelatan KTT D-8 di Jakarta pada April mendatang. Undangan tersebut disampaikan bertepatan pada kunjungan Sugiono di Markas PBB di New York, Amerika Serikat pada Selasa (17/1/2026).
Sebagai puncak rangkaian keketuaan, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT ke-12 D-8 di Jakarta pada April 2026, yang akan didahului oleh pertemuan tingkat pejabat tinggi serta pertemuan tingkat menteri luar negeri.
KTT D-8 itu mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama”.
