Bagaimana Senator Gagal Sepakati Resolusi yang Dapat Hentikan Perang dengan Iran di DPR Amerika Serikat?

Dalam pemungutan suara pada Kamis (5/3/2026), resolusi pengakhiran perang berbentuk RUU ini kalah tipis dengan
Dalam pemungutan suara pada Kamis (5/3/2026), resolusi pengakhiran perang berbentuk RUU ini kalah tipis dengan hasil voting 212-219.
0 Komentar

“Kongres telah menegaskan kembali wewenang konstitusional Panglima Tertinggi untuk melindungi rakyat Amerika dari ambisi pembunuh dan ancaman mendesak rezim Iran,” tulis Gedung Putih dalam keterangan resmi pasca-voting di DPR, dinukil dari BBC.

Trump dan para pejabatnya sebelumnya memberikan penjelasan yang berubah-ubah tentang mengapa AS menyerang Iran.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberikan keterangan pada Senin (2/3) bahwa Washington menyerang karena mengetahui bahwa Israel akan menyerang Iran. Rubio menyatakan hal tersebut kepada wartawan, namun membantah telah mengatakan hal tersebut pada Selasa (3/3/2026).

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Dalam keterangan Rubio, AS menyerang Iran karena serangan Israel akan menyulut Teheran menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah. Oleh karenanya ketika Washington mengetahui Israel menyerang Iran, AS ikut menyerangnya.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya menyebut bahwa serangan ke Iran adalah serangan yang terukur dan tidak dimaksudkan untuk jadi perang tak berkesudahan.

“Ini bukan Irak, [serangan] ini bukan tak berujung,” katanya dalam konferensi pers pada Senin.

Akan tetapi, setelah upaya DPR AS untuk mengakhiri perang di Iran gagal, pemerintahan Trump mengintensifkan serangan ke Negeri Para Mullah itu. Pemboman dilakukan dalam skala besar pada Kamis.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut bahwa militer AS telah menyerang Iran dengan puluhan bom penetrator seberat 2.000 pon (sekitar 900 kg) yang dijatuhkan di berbagai wilayah di Iran. Serangan pada Kamis itu juga melibatkan pesawat pembom siluman B-2.

Dalam konferensi pers bersama CENTCOM pada Kamis, Pete Hegseth memberikan keterangan dengan kesan yang berlainan dengan pernyataannya pada Senin lalu.

“Kami baru saja memulai pertempuran ini dan akan bertarung dengan tegas,” kata Hegseth, mengisyaratkan kesiapan Washington melakukan konfrontasi berkepanjangan jika diperlukan.

0 Komentar