Siapa Sebenarnya Otak di Balik Operasi Sea Dragon Tarawa dengan Muatan 2 Ton Sabu?

Kapal MT Sea Dragon pengangkut narkoba yang dipasangi garis BNN. (IST)
Kapal MT Sea Dragon pengangkut narkoba yang dipasangi garis BNN. (IST)
0 Komentar

PENANGKAPAN kapal tanker Sea Dragon Tarawa dengan muatan 2 ton sabu di perairan Kepulauan Riau pada Mei 2025 merupakan rekor terbesar dalam sejarah Indonesia. Namun, di balik enam ABK yang kini terancam hukuman mati, publik bertanya-tanya: siapa sebenarnya otak di balik operasi raksasa ini?

Dewi Astutik, Pengendali dari Kamboja

Kepala BNN RI, Komjen Pol Marthinus Hukom, secara tegas menyebut nama Dewi Astutik sebagai aktor intelektual utama. Perempuan berusia 43 tahun asal Ponorogo, Jawa Timur ini bukanlah pemain baru dalam dunia gelap narkotika. Berdasarkan analisis intelijen, Dewi memiliki keterkaitan langsung dengan para pelaku di atas kapal dan jaringan distribusi di Indonesia.

Pelarian panjang Dewi Astutik (43), aktor intelektual di balik penyelundupan 2,1 ton sabu menggunakan kapal Sea Dragon Tarawa, akhirnya berakhir. Dalam sebuah operasi senyap lintas negara yang melibatkan kerja sama internasional tingkat tinggi, perempuan yang dijuluki “Mami” ini berhasil diringkus di Sihanoukville, Kamboja, pada awal Desember 2025.

Kronologi Operasi Senyap di Sihanoukville

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Penangkapan Dewi Astutik merupakan hasil koordinasi erat antara Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Kepolisian Nasional Kamboja, KBRI Phnom Penh, serta dukungan penuh dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Operasi ini dipimpin langsung oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan, atas instruksi Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto.

Dewi terdeteksi berada di Kamboja sejak pertengahan November 2025. Ia akhirnya diamankan saat hendak memasuki lobi sebuah hotel di wilayah pesisir Sihanoukville. Tanpa perlawanan berarti, Dewi langsung dibawa ke Phnom Penh untuk verifikasi identitas sebelum akhirnya diekstradisi ke Indonesia pada 2 Desember 2025.

Profil Dewi Astutik: Dari PMI hingga Gembong Internasional

Siapa sebenarnya Dewi Astutik? Investigasi mengungkap fakta mengejutkan mengenai rekam jejaknya:

Dewi Astutik alias Paryatin (Berasal dari Ponorogo, Jawa Timur) dan pernah bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak 2011. Status Hukum: Red Notice Interpol (Buron di Indonesia dan Korea Selatan). Koneksi Jaringan: Golden Triangle, Golden Crescent, dan Jaringan Fredy Pratama.

Struktur Jaringan: Dari Mr. Tan hingga ABK

0 Komentar