KEMENTERIAN Pertahanan Inggris menegaskan bahwa drone yang menghantam pangkalan udara RAF Akrotiri di wilayah Siprus tidak berasal dari Iran. Pernyataan ini, sebagaimana diberitakan oleh Al Jazeera pada Kamis (5/3/2026), disampaikan tanpa rincian tambahan mengenai sumber pasti serangan tersebut.
Pangkalan yang berada di barat daya kota pesisir Limassol itu merupakan salah satu dari dua instalasi militer yang tetap menjadi wilayah pertahanan Inggris sejak masa kolonial berakhir pada 1960.
Selain berfungsi sebagai pusat operasi, area tersebut juga menjadi tempat tinggal keluarga personel militer Inggris. Serangan pada Senin (2/3/2026) terjadi tidak lama setelah Inggris menyatakan akan membantu AS dalam perang melawan Iran dengan mengizinkan penggunaan pangkalan tersebut.
Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza
Sebagai respons, pemerintah Inggris memutuskan mengirimkan kekuatan tambahan ke kawasan. Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa kapal perusak HMS Dragon akan bergerak menuju Mediterania timur, ditemani dua helikopter Wildcat, guna memperkuat pertahanan drone “bagi mitra Siprus kami.”
Kapal Type-45 tersebut memiliki sistem rudal Sea Viper yang mampu menembakkan delapan rudal dalam waktu kurang dari 10 detik serta mengarahkan hingga 16 rudal secara bersamaan.
Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan komitmen negaranya terhadap keamanan Siprus dan keselamatan pasukan Inggris di wilayah tersebut.
“Kami akan selalu bertindak demi kepentingan Inggris dan sekutu kami,” tulisnya.
Namun, menurut Menteri Pertahanan Al Carns, kapal itu baru dapat diberangkatkan minggu depan karena harus menuntaskan penggantian sistem pertahanan.
Di sisi lain, Perancis juga mengambil langkah militer. Presiden Emmanuel Macron memerintahkan agar kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle dipindahkan dari Laut Baltik ke Laut Mediterania, dikawal oleh satuan udara dan fregat pengawalnya.
Dalam pidato televisi yang direkam sebelumnya, Macron menjelaskan bahwa jet tempur Rafale, sistem pertahanan udara, dan radar udara telah dikerahkan selama beberapa jam terakhir di Timur Tengah.
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal
“Kami akan melanjutkan upaya ini selama diperlukan,” ujarnya, merujuk pada serangan yang menimpa pangkalan Inggris di Siprus.
Situasi ini turut terkait dinamika lebih luas di kawasan, termasuk ketegangan antara Israel dan Iran, yang belakangan meningkat tajam. Namun, melalui pernyataan resmi, Inggris menegaskan satu hal yang pasti: serangan drone ke RAF Akrotiri bukan diluncurkan dari Iran, terlepas dari eskalasi konflik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
