Iran: 1.230 Tewas dalam Serangan Amerika Serikat-Israel

Kendaraan hancur akibat pemboman di Teheran. (AFP)
Kendaraan hancur akibat pemboman di Teheran. (AFP)
0 Komentar

IRAN menyatakan pada Kamis 5 Maret 2026 bahwa 1.230 orang telah tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di negara itu sejak pertempuran dimulai pada Sabtu.

Jumlah korban tewas diumumkan oleh Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran dalam sebuah pernyataan di situs webnya seperti dilansir Xinhua.

Pada Rabu, Kementerian Kesehatan Iran mengatakan bahwa 6.186 orang telah terluka dalam serangan tersebut.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Hossein Kermanpour, kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi kementerian, mengatakan dalam sebuah unggahan di platform media sosial X bahwa 2.054 orang dirawat di rumah sakit, 3.545 dirawat dan dipulangkan, dan 552 menerima perawatan medis di tempat kejadian.

Pada Sabtu, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota Iran lainnya.

Serangan ini menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei serta anggota keluarganya, komandan militer berpangkat tinggi, dan warga sipil, menurut pejabat Iran.

Iran menanggapi dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan aset Israel dan AS di seluruh Timur Tengah.

Israel telah melakukan serangan udara yang menargetkan pasukan keamanan di seluruh Iran pada hari kelima serangan AS-Israel. Sementara Iran melancarkan lebih banyak serangan balik dan memperingatkan penghancuran infrastruktur militer dan ekonomi di seluruh Timur Tengah.

Pada Rabu, serangan Israel menghantam ibu kota negara itu, Teheran, kota suci Qom, Iran barat dan di seluruh provinsi Isfahan tengah Iran, menurut kantor berita Tasnim. Serangan itu merusak pemukiman warga sipil, tambah sumber itu.

Israel mengatakan bahwa serangan itu menargetkan gedung-gedung milik Basij, pasukan paramiliter polisi sukarelawan dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) serta menargetkan gedung-gedung yang terkait dengan komando keamanan internal Iran.

Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal

Mohamed Vall dari Al Jazeera mengatakan warga sipil Iran menanggung serangan ini dan mencatat bahwa negara itu berada di bawah tembakan dari segala arah.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan kerusakan akibat serangan juga terlihat di dua bangunan dekat kompleks nuklir Isafahan, tetapi belum ada kerusakan pada fasilitas yang mengandung bahan nuklir dan tidak ada risiko pelepasan radiologis.

0 Komentar