Insiden Sidang Subkomite Angkatan Bersenjata di Senat AS, Mantan Marinir: Tak Ingin Bertempur untuk Israel

Tangkapan layar menunjukkan Brian McGinnis diseret keluar dari sidang Senat.
Tangkapan layar menunjukkan Brian McGinnis diseret keluar dari sidang Senat.
0 Komentar

Mark Elbourno, tim kampanye McGinnis membantah ia menyerang petugas dan menyatakan bahwa McGinnis hanya ingin menyampaikan aspirasinya terkait penghentian pendanaan perang di Iran.

“Dia tidak menyerang siapa pun. … Dia hanya ingin didengar [dan] berbicara dengan lantang dan jelas. Sebenarnya dia diserang. Mereka mematahkan lengannya,” sebut Mark Elbourno.

Pihak polisi menekankan bahwa protes tidak diperbolehkan di dalam gedung Senat dan ada area terbuka di Capitol Grounds untuk demonstrasi.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Sheehy sendiri menyatakan ia turun tangan untuk membantu menenangkan situasi karena McGinnis dianggap melawan petugas, dan berharap McGinnis mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

“Polisi Capitol berusaha mengeluarkan seorang demonstran yang tidak terkendali dari sidang Komite Angkatan Bersenjata. Ia melawan. Saya memutuskan untuk membantu dan meredakan situasi,” cerita Sheehy yang diunggahnya di akun X @TimSheehyMT.

“Pria ini datang ke Capitol untuk mencari konfrontasi, dan ia mendapatkannya. Saya harap ia mendapatkan bantuan yang dibutuhkannya tanpa menimbulkan kekerasan lebih lanjut,” harapnya lagi.

Seperti diketahui, saat ini militer AS dan militer Israel sedang bekerja sama untuk menjatuhkan kekuasaan di Iran. Mereka memulai Operation Epic Fury pada 28 Februari 2026 dan masih berlangsung hingga sekarang. Supreme Leader Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan tersebut.

0 Komentar