Dalam beberapa tahun terakhir, AS juga sangat mengandalkan pasukan Kurdi dalam kampanye melawan ISIS di Irak dan Suriah, termasuk menjaga ribuan tahanan ISIS di kamp penjara darurat di Suriah utara.
Namun awal tahun ini, pemerintah baru Suriah yang berpihak pada AS melancarkan kampanye militer cepat untuk mengambil alih wilayah utara negara itu, termasuk menyerang ISIS dan mendorong keluar Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi Kurdi. Menghadapi operasi tersebut, pasukan Kurdi mengevakuasi diri dan berhenti menjaga penjara ISIS ketika pasukan AS ditarik.
Pada Januari, Utusan Khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, menyatakan bahwa tujuan aliansi AS dengan SDF telah “sebagian besar berakhir.
Siapa Kelompok Kurdi?
Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza
Kurdi merupakan kelompok etnis minoritas tanpa negara yang meninggali wilayah yang membentang dari Turki, Irak, Iran, suriah, hingga Armenia. Diperkirakan ada sekitar 25-30 juta orang Kurdi yang kini tinggal di sana.
Mayoritas Kurdi adalah muslim sunni dengan tradisi budaya hingga dialek yang berbeda-beda. Kelompok etnis ini punya hubungan kerja sama dengan AS sejak masa lalu.
Salah satu kerja sama terbaru AS dengan kelompok etnis Kurdi adalah ketika wilayah etnis Kurdi jadi pos militer penting bagi AS dalam kampanye anti-ISIS.
Akan tetapi, etnis Kurdi juga memiliki dinamika politik dengan kepentingan untuk menjadi negara merdeka dan berdaulat. Hal ini kerap kali disinggung dalam kerja sama dengan AS, namun tak pernah terwujud hingga kini.
