Efektifkah Rencana CIA Persenjatai Kurdi Picu Pemberontakan di Iran?

Ilustrasi Google Gemini (AI)
Ilustrasi Google Gemini (AI)
0 Komentar

Seorang pejabat AS lainnya menyebut pasukan Kurdi dapat membantu menebar kekacauan di kawasan dan memaksa pemerintahan Iran membagi sumber daya militernya. Ide lain yang mengemuka adalah apakah pasukan Kurdi bisa merebut dan mempertahankan wilayah di Iran utara untuk menciptakan zona penyangga bagi Israel.

CIA menolak berkomentar terkait laporan ini.

Penyebab Pemberontakan

Alex Plitsas, analis keamanan nasional CNN dan mantan pejabat senior Pentagon di era Presiden Barack Obama, mengatakan AS “jelas sedang mencoba memulai” proses penggulingan rezim oleh rakyat Iran dengan mempersenjatai Kurdi, sekutu lama AS di kawasan.

“Rakyat Iran pada umumnya tidak bersenjata dan kecuali aparat keamanan runtuh, akan sulit bagi mereka untuk mengambil alih kecuali ada yang mempersenjatai mereka,” kata Plitsas kepada CNN.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

“Saya yakin AS berharap ini akan menginspirasi pihak lain di lapangan di Iran untuk melakukan hal yang sama.”

Namun, tidak semua pihak sepakat dengan langkah tersebut. Jen Gavito, mantan pejabat senior Departemen Luar Negeri yang menangani Timur Tengah pada masa Presiden Joe Biden, menyatakan kekhawatirannya.

“Kita sudah menghadapi situasi keamanan yang mudah meledak, di kedua sisi perbatasan,” ujarnya kepada CNN.

“Ini berpotensi merusak kedaulatan Irak dan pada dasarnya memberdayakan milisi bersenjata tanpa akuntabilitas serta dengan sedikit pemahaman tentang apa yang mungkin dipicu.”

Dalam beberapa hari terakhir, militer Israel dilaporkan menyerang pos-pos militer dan kepolisian Iran di dekat perbatasan Irak, sebagian untuk membuka jalan bagi kemungkinan masuknya pasukan Kurdi bersenjata ke Iran barat laut, menurut salah satu sumber. Seorang sumber Israel mengatakan serangan tersebut kemungkinan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Meski demikian, sumber-sumber yang mengetahui isu ini menyebut dukungan AS dan Israel terhadap pasukan darat Kurdi yang ditugaskan membantu menggulingkan rezim Iran harus bersifat ekstensif.

Penilaian intelijen AS selama ini menunjukkan Kurdi Iran belum memiliki pengaruh atau sumber daya yang cukup untuk mendorong pemberontakan yang sukses melawan pemerintah, kata salah satu sumber.

Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal

Selain itu, partai-partai Kurdi Iran disebut menginginkan jaminan politik dari pemerintahan Trump sebelum berkomitmen bergabung dalam upaya perlawanan.

0 Komentar