INTELIJEN Amerika Serikat, CIA, disebut tengah menggarap rencana mempersenjatai pasukan Kurdi dengan tujuan memicu pemberontakan populer di Iran. Hal ini diungkapkan sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada CNN.
Beberapa orang yang memahami pembahasan itu mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump telah melakukan diskusi aktif dengan kelompok oposisi Iran serta para pemimpin Kurdi di Irak mengenai kemungkinan pemberian dukungan militer.
Kelompok bersenjata Kurdi Iran memiliki ribuan personel yang beroperasi di sepanjang perbatasan Irak-Iran, terutama di wilayah Kurdistan Irak. Sejak perang dimulai, beberapa kelompok tersebut merilis pernyataan publik yang mengisyaratkan aksi segera dan mendesak pasukan militer Iran untuk membelot.
Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza
Garda Revolusi Iran (IRGC) juga telah melancarkan serangan terhadap kelompok Kurdi dan pada Selasa (3/3/2026) menyatakan pihaknya menargetkan pasukan Kurdi dengan puluhan drone.
Masih pada Selasa, Presiden Donald Trump berbicara dengan Presiden Partai Demokrat Kurdistan Iran (KDPI), Mustafa Hijri, menurut seorang pejabat senior Kurdi Iran. KDPI termasuk salah satu kelompok yang menjadi target serangan IRGC.
Pejabat senior Kurdi Iran itu mengatakan kepada CNN bahwa pasukan oposisi Kurdi Iran diperkirakan akan ambil bagian dalam operasi darat di Iran barat dalam beberapa hari mendatang.
“Kami yakin kami punya peluang besar sekarang,” kata sumber tersebut, menjelaskan waktu pelaksanaan operasi. Ia menambahkan bahwa milisi tersebut mengharapkan dukungan dari AS dan Israel.
Pada Minggu, Trump juga menelepon para pemimpin Kurdi Irak untuk membahas operasi militer AS di Iran dan bagaimana AS serta pihak Kurdi dapat bekerja sama seiring berjalannya misi tersebut, menurut dua pejabat AS dan satu sumber lain yang mengetahui percakapan itu, sebagaimana pertama kali dilaporkan Axios.
Namun, setiap upaya mempersenjatai kelompok Kurdi Iran akan membutuhkan dukungan dari otoritas Kurdi Irak agar senjata dapat melintas dan wilayah Kurdistan Irak dapat digunakan sebagai titik peluncuran.
Salah satu orang yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan gagasannya adalah agar pasukan bersenjata Kurdi menghadapi pasukan keamanan Iran dan menahan mereka, sehingga memudahkan warga Iran yang tidak bersenjata di kota-kota besar untuk turun ke jalan tanpa kembali menjadi korban pembantaian seperti yang terjadi dalam kerusuhan Januari lalu.
