Di Balik Kematian Pensiunan JICT Ermanto Usman yang Menyisakan Kejanggalan

Ermanto Usman ( YouTube Madilog Forum keadilan TV)
Ermanto Usman ( YouTube Madilog Forum keadilan TV)
0 Komentar

Andi menambahkan anak korban yang biasa dibangunkan oleh ibunya untuk persiapan masak dan sebagainya untuk sahur tiba-tiba tidak dibangunkan hingga alarm berbunyi pukul 04.00 WIB.

“Kemudian anak korban akhirnya turun untuk sahur, tapi dia kaget karena rumahnya masih gelap dan tidak ada jawaban saat dirinya memanggil orang tuanya,” katanya, dikutip Antaranews.

Melihat situasi tersebut, korban berusaha membuka pintu kamar orang tuanya, namun gagal karena diduga sudah dirusak. Kemudian, anaknya memanggil keluarga lainnya dan berhasil menuju ke TKP dan membuka paksa jendela kamar.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

“Saat itulah kedua korban ditemukan dalam kondisi tergeletak, ayahnya berinisial EU (65) ditemukan tewas dan istrinya P (60) kondisinya kritis,” kata Andi

Anggota DPR RI Komisi XIII sekaligus Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), Rieke Diah Pitaloka, mengungkap sosok Ermanto bukan sekadar pensiunan biasa. Dia mengatakan Ermanto adalah salah satu sosok kunci dalam perjuangan membongkar dugaan korupsi besar di sektor pelabuhan beberapa tahun lalu.

“Pak Ermanto ini adalah dulu karyawan JICT yang sempat di-PHK, begitu, dalam kaitan kasus dugaan korupsi yang melibatkan RJ Lino. Dan kemudian dibentuklah Pansus di DPR, kebetulan saya sebagai Ketua Pansus Pelindo-nya dengan kerugian negara mencapai triliunan rupiah bahkan kalau pakai penilaian future values itu mungkin puluhan triliun kerugian Indonesia, begitu,” ujar Rieke di rumah duka Ermanto di Bekasi, Rabu (4/3/2026).

Ermanto tewas setelah mengalami sejumlah luka pada peristiwa yang terjadi di perumahan kawasan Jatibening, Bekasi, pada Senin (2/3). Dalam hari yang sama itu, istri Ermanto, Pasmilawati (60), juga terluka.

Pejuang Antikorupsi Pelabuhan

Semasa hidupnya, Ermanto aktif dalam Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) di bawah naungan Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI). Rieke menyebut Ermanto adalah rekan seperjuangan yang konsisten mengawal kasus kerugian negara di Pelindo yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

Meski sudah tidak lagi bekerja di JICT, dedikasi Ermanto terhadap pemberantasan korupsi tidak luntur. Rieke mengungkap belakangan ini almarhum sedang berupaya membongkar kembali kasus-kasus lama yang dianggap sengaja dihentikan atau ‘dipetieskan’.

0 Komentar