Trump Akui Paksa Israel Serang Iran

Benjamin Netanyahu dan Donald Trump (Jim Watson/AFP via Getty Images)
Benjamin Netanyahu dan Donald Trump (Jim Watson/AFP via Getty Images)
0 Komentar

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui bahwa dirinya memaksa Israel melakukan serangan ke Iran. Hal itu ia ungkap saat ditanya apakah Israel yang memaksa AS menyerang Iran,

“Tidak, sebenarnya, saya mungkin telah memaksa mereka,” ujar Trump di Gedung Putih saat ada kunjungan Kanselir Jerman Friedrich Merz, dilansir Al-Jazeera, Rabu (4/3/2026).

Ia mengatakan bahwa arah negosiasi yang dimediasi oleh Oman meyakinkannya bahwa Iran akan menyerang AS. Meskipun intelijen AS sendiri telah mengatakan bahwa tidak ada ancaman langsung dari Iran.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa AS menyerang Iran karena mengetahui Israel akan membom negaranya. Dan karena pemerintahan Trump percaya bahwa Iran kemudian akan menyerang fasilitas AS di wilayah tersebut.

Trump mengatakan seseorang dari dalam Iran lebih baik untuk memimpin setelah perang AS-Israel. Hal itu lebih baik, katanya, daripada Reza Pahlavi, putra mendiang Shah.

“Dia (Pahlavi) tampak seperti orang yang sangat baik. Tetapi menurut saya, seseorang dari dalam mungkin lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa skenario terburuk dalam serangannya terhadap Iran adalah kepemimpinan baru yang tidak berbeda dari kepemimpinan saat ini yang sedang diperangi AS.

“Saya kira skenario terburuknya adalah, kita melakukan ini, dan kemudian seseorang mengambil alih yang sama buruknya dengan orang sebelumnya, bukan?” kata Trump.

“Itu bisa terjadi. Kita tidak ingin itu terjadi,” tambahnya.

0 Komentar