Situasi Iran Memburuk: Serangan AS-Israel Berlanjut, Korban Tewas Bertambak hingga Pemutusan Internet

Operation Epic Fury
Operation Epic Fury
0 Komentar

Iran memang memiliki riwayat melakukan pembatasan internet saat terjadi gejolak politik atau protes besar. Pada Januari sebelumnya, pemerintah juga pernah menerapkan pemadaman hampir total selama beberapa minggu ketika terjadi aksi demonstrasi luas.

Dalam situasi kali ini, para pengamat menilai gangguan internet mungkin bukan hanya akibat kebijakan internal, melainkan juga dipengaruhi serangan siber dari luar negeri.

“Namun, kita juga tahu bahwa operasi siber AS-Israel yang dilakukan secara bersamaan sengaja menargetkan infrastruktur telekomunikasi untuk mengganggu jaringan komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) selama serangan kinetik,” ujar Kathryn Raines, pemimpin tim intelijen ancaman siber di platform intelijen Flashpoint, seperti diberitakan CNBC.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Di tengah serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel, muncul laporan bahwa kedua negara juga melancarkan operasi siber terhadap infrastruktur digital Iran.

Beberapa situs berita yang berafiliasi dengan pemerintah Iran dilaporkan menjadi target peretasan. Selain itu, aplikasi kalender keagamaan populer bernama BadeSaba Calendar, yang telah diunduh lebih dari lima juta kali, dilaporkan diretas dan menampilkan notifikasi tidak sah berisi pesan yang menyerukan aparat keamanan untuk meletakkan senjata dan bergabung dengan rakyat.

Dampak dari pemadaman internet ini sangat besar bagi masyarakat Iran. Warga kesulitan berkomunikasi dengan keluarga, memperoleh informasi terkini, maupun mendokumentasikan situasi di lapangan. Kondisi ini menambah ketidakpastian dan menciptakan apa yang disebut analis sebagai “kabut perang”, di mana informasi menjadi terbatas dan sulit diverifikasi.

Situasi Iran saat ini membangkitkan kembali kenangan lama yang penuh ketakutan bagi sebagian warga Iran. Mereka membandingkan situasi sekarang dengan masa setelah jatuhnya Shah Iran pada 1979 dan periode perang panjang Iran-Irak pada 1980-an.

Pada masa itu, akses informasi sangat terbatas. Banyak keluarga tidak bisa mengetahui kabar anggota keluarga yang hilang atau mendapatkan informasi jelas tentang kondisi di luar negeri.

Situasi sekarang, dengan internet hampir sepenuhnya terputus, menimbulkan perasaan serupa yakni terisolasi, tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan sulit berkomunikasi.

Pemadaman internet juga memperkuat rasa terjebak di kalangan warga biasa. Di saat yang sama, jalur penerbangan ditutup, wilayah udara dihentikan operasinya, dan perbatasan darat, termasuk dengan Turki, ditutup.

0 Komentar