Bupati Pekalongan Ditangkap Bersama Ajudan
Pada 3 Maret 2026, KPK mengumumkan melakukan rangkaian tangkap tangan pada bulan Ramadan sekaligus merupakan OTT ketujuh pada tahun ini.
KPK mengatakan menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
Kemudian KPK mengumumkan menangkap 11 orang lain dari Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satu yang ditangkap adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Mohammad Yulian Akbar.
Ruang Kerja Fadia Arafiq Disegel KPK
Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza
KPK menyegel sejumlah ruang kerja di lingkungan Pemkab Pekalongan, Jawa Tengah, pada Senin (2/3/2026) malam. Termasuk ruang kerja Fadia Arafiq.
Penyegelan dengan menempelkan kertas berlogo KPK di pintu masuk ruang kerja Fadia Arafiq. Selasa pagi (3/3/26), aktivitas ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan tampak berjalan normal.
Wakil Bupati Pekalongan Sukirman, yang ruang kerjanya tidak disegel penyidik KPK mengaku belum mengetahui secara pasti adanya OTT dan penyegelan ruangan kerja Fadia Arafiq. Pasalnya, Sukirman mengaku masih dinas di luar kota.
Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi juga belum dapat memberikan keterangan lantaran sedang ada kegiatan di Sukoharjo.
Profil Fadia Arafiq
Fadia Arafiq merupakan politikus kelahiran 23 Mei 1978 yang juga anak dari penyanyi dangdut legendaris A. Rafiq. Sebelum terjun ke politik, Fadia Arafiq dikenal sebagai penyanyi dangdut pada era 1990-an hingga awal 2000-an.
Namanya cukup populer di dunia hiburan Tanah Air melalui berbagai lagu dan penampilan di televisi. Karier di industri musik membuatnya dikenal luas masyarakat, terutama di wilayah Jawa Tengah.
Setelah cukup lama berkiprah di dunia hiburan, Fadia beralih ke dunia politik. Dia aktif di Partai Golkar dan mulai membangun basis dukungan di daerah asalnya.
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal
Puncak karier politiknya terjadi saat dia terpilih sebagai Bupati Pekalongan periode 2021–2026.
Dalam Pilkada 2020, Fadia berhasil meraih kepercayaan masyarakat untuk memimpin daerah tersebut. Dia berpasangan dengan Riswadi sebagai calon wakil bupati dan diusung oleh koalisi partai, dengan Golkar sebagai pengusung utama.
Pada 27 Juni 2021, dia resmi dilantik sebagai Bupati Pekalongan. Sebelum itu, dia menjabat Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan periode 2011-2016 mendampingi Amat Antono.
